Bendungan Krueng Pase Rehabilitasi Selesai, Irigasi 9 Ribu
Gambar atau konten salah?
Bendungan Krueng Pase di Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, kembali dipelajari oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, pada 05 Mei 2026. Saat kunjungan, ia menekan tombol pengatur air di salah satu struktur bendungan.
Bendungan ini direhabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Aliran air kini mengalir ke dua daerah irigasi utama, yaitu DI Pase Kiri dan DI Pase Kanan.
"Bendung Krueng Pase ini sudah selesai diperbaiki dan airnya sudah mengairi sawah hampir 9 ribu hektare," ujar Dody kepada wartawan.
Dengan kapasitas 8.922 hektare, daerah persawahan tersebar di sembilan kecamatan: Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Matang Kuli, Syamtalira Aron, Tanah Luas, Nibong, Tanah Pasir, dan Blang Mangat di Kota Lhokseumawe.
Dody berharap setelah bendung berfungsi, petani di wilayah tersebut dapat memanen padi minimal dua kali setahun. Ia akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian mengenai bibit dan pupuk. "Tadi ada harapan-harapan dari petani sudah saya sampaikan ke Menteri Pertanian," jelasnya.
Bendungan Krueng Pase, peninggalan Belanda, hancur parah pada 2020 akibat banjir dan debit air tinggi. Rehabilitasi dimulai pada 2021, namun kondisi memburuk lagi pada November 2025 karena bencana hidrometeorologi. Aliran air ke persawahan terhenti total, memaksa petani mengandalkan curah hujan.
Perbaikan bendungan ini penting bagi irigasi di Aceh Utara. Dengan aliran air yang stabil, petani dapat meningkatkan produksi, mendukung ketahanan pangan, dan memperbaiki pendapatan di daerah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
