Palembang Fokus Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Beri Komitmen
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmen penuh untuk menyukseskan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026. Langkah ini dianggap sebagai petunjuk penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Palembang.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan kesiapan beliau menjadi penggerak utama di tingkat daerah. Ia ingin memastikan seluruh ekosistem bisnis di Palembang, mulai dari perusahaan skala besar, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga masyarakat umum, bersinergi mendukung sensus tersebut.
"Data valid dari Sensus Ekonomi 2026 sangat kita butuhkan. Sensus ini bukan sekadar mencatat identitas usaha, melainkan memotret karakteristik penting seperti pemanfaatan teknologi digital, sertifikasi halal, hingga potensi usaha kreatif. Inilah yang akan menjadi panduan kami dalam merancang program pemberdayaan ekonomi yang efektif," ujar Ratu Dewa.
Dukungan penuh Pemkot Palembang ini bukan tanpa alasan. Momentum pelaksanaan sensus bertepatan dengan performa ekonomi Palembang yang tengah dalam kondisi terbaiknya.
Berdasarkan data Triwulan I 2026, ekonomi Palembang tumbuh positif sebesar 5,91 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian gemilang ini membawa Palembang masuk dalam jajaran tiga besar kabupaten/kota dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan, bersanding dengan Pagar Alam dan OKU Timur.
Untuk itu, Dewa mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di Palembang untuk menyambut petugas sensus dengan terbuka dan memberikan data yang jujur. "Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Jangan takut atau ragu. Data ini dilindungi undang-undang dan digunakan murni untuk kemajuan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat Palembang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tutupnya.
Dengan data yang akurat, Pemkot Palembang optimis dapat terus mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi dan menjawab tantangan masa depan dengan kebijakan yang lebih tajam dan inovatif.
Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Palembang terjadi secara merata di seluruh sektor. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tercatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,36 persen. Selanjutnya, sektor jasa pendidikan menyusul dengan angka 9,09 persen. Lalu, sektor Informasi dan Komunikasi serta Real Estate masing-masing tumbuh 8,15 persen.
Edi Subeno menjelaskan bahwa tujuan utama sensus ini adalah menyediakan data dasar yang menyeluruh untuk mencerminkan struktur perekonomian yang utuh, mulai dari karakteristik usaha hingga isu lingkungan.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi alat penting bagi Palembang untuk menilai kinerja ekonomi, memetakan potensi usaha, dan merancang program pemberdayaan. Dukungan aktif dari pemerintah, wali kota, dan lembaga statistik menandakan komitmen kuat dalam memanfaatkan data untuk pembangunan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Palembang Naik Rp 4.000 per Gram Hari Ini
Polda Sumsel Hadir di Pesantren Hari Bhayangkara ke‑80
Junaidi Tabrak Petir Saat Berburu di Sawah, Meninggal
BKSDA Tegaskan Anak Krakatau Bukan Destinasi Wisata
Film Supergirl Hadir 24 Juni 2026: Milly Alcock Memimpin
Doa Keluar Rumah: Memohon Perlindungan Selama Perjalanan
Berita Terbaru
Halte Titi Banda Gagal, Siapkan Halte Baru untuk TMD
Prof Nasaruddin Umar Dipertimbangkan Jadi Ketua PBNU
Argentina Kalahkan Aljazair 3-0, Messi Cetak Hat-Trick
Haaland Debut, Dua Gol Bawa Norway Menang 4-1 atas Irak Hari
Hiu Goblin Terekam Hidup di Kedalaman 2.000 Meter Pertama
Gempa M6,7 Guncang Palu, Universitas Tadulako Terguncang
BBM Nonsubsidi Bisa Turun, ESDM Pastikan Penyesuaian
Kerugian Ekonomi Iran Dan AS Akibat Konflik Timur Tengah
Kementan Luncurkan Program Benih Unggul 870 Ribu Hektare
