BGN Fokus Lebih Kualitas MBG, Bukan Kuantitas 82 Juta
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengejar target 82 juta penerima pada tahun ini. Ia mengungkapkan hal ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Nanik, fokus BGN kini beralih ke peningkatan kualitas MBG daripada menambah jumlah penerima. “Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini, ‘mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas.’ Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada 4 Juni 2026.
Program MBG telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Namun, target 82 juta penerima dianggap terlalu tinggi. Nanik menekankan bahwa kualitas layanan harus terjaga agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata. Ia mencontohkan bahwa sekolah-sekolah yang mampu atau termasuk kategori mahal akan ditinjau kembali kelayakannya untuk menerima program ini. Penerima manfaat akan dialihkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Jadi bisa saja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini. Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Balita),” kata Nanik. Ia menegaskan bahwa intervensi gizi paling krusial dimulai sejak bulan pertama kandungan hingga anak-anak yang masih dibangku sekolah dasar (SD).
Untuk menegakkan standar tersebut, BGN pernah menangguhkan (suspend) beberapa SPPG yang tidak mengakomodasi kelompok 3B. Hasilnya, dalam dua minggu, 22 juta penerima 3B masuk ke program. Langkah ini menunjukkan komitmen BGN dalam menyesuaikan program dengan kebutuhan sasaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
