BI Rate Naik 25bps, Pasar Respon Positif, Rupiah Kuat Selama

Lina F. · 2 min baca · 2 hari lalu · 5 dibaca
Bisik.id
BI Rate Naik 25bps, Pasar Respon Positif, Rupiah Kuat Selama

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai kenaikan BI rate 25 basis poin menjadi 5,50% sebagai langkah tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan merespons gejolak pasar.

“BI rate itu naik karena mengutamakan kestabilan. Dengan BI rate naik, kelihatan respons daripada IHSG juga baik, masuk dalam green zone. Kemudian rupiah juga sedikit menguat,” ujar Airlangga saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (09 Juni 2026).

Data menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari ini dengan kenaikan 404,51 poin, mencapai level 5.746,64 atau peningkatan 7,52%. Nilai tukar rupiah juga terpantau menguat terhadap dolar AS, turun 129,50 poin menjadi Rp 18.058 per dolar, menurut kutipan dari Bloomberg.

Airlangga menambahkan bahwa stabilitas ekonomi menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, baik dari sisi ekspor maupun indikator makroekonomi.

“Jadi respons dari pasar terhadap stabilisasi dari BI rate ini cukup baik. Oleh karena itu, tentu kita terus mengutamakan stabilisasi dari ekonomi, karena ekonomi kan memang dasarnya juga kuat ya, baik dari segi ekspor, dari segi makro,” tambah Airlangga.

Menanggapi anggapan bahwa kenaikan BI rate dilakukan secara terburu-buru karena diputuskan di luar jadwal, Airlangga menepis hal tersebut. Ia menyatakan bahwa kenaikan BI rate justru menunjukkan Indonesia responsif dalam menghadapi gejolak dan ketidakpastian di pasar keuangan.

“Karena ini memang membutuhkan, market membutuhkan signal yang kuat. Dan dengan kenaikan BI rate 25 basis point itu market melihat Indonesia responsif terhadap gejolak ataupun situasi yang ada sekarang,” tutup Airlangga.

Secara keseluruhan, kenaikan suku bunga acuan menandai upaya pemerintah untuk menstabilkan pasar, sementara reaksi positif dari indeks saham dan mata uang menunjukkan bahwa kebijakan tersebut diterima baik oleh para pelaku pasar.

BI rateStabilitas ekonomiIHSGRupiahGejolak pasarSuku bunga acuan

Komentar

Memuat komentar...