Biji Anggur 600 Tahun di Prancis Identik Pinot Noir

Ningsih R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Biji Anggur 600 Tahun di Prancis Identik Pinot Noir

Gambar atau konten salah?

Di sebuah toilet kuno di Prancis, para arkeolog menemukan biji anggur yang berusia sekitar enam ratus tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa varietas anggur yang kini dikenal sebagai pinot noir sudah dibudidayakan sejak abad ke-15.

Biji tersebut ditemukan di toilet rumah sakit abad pertengahan di Valenciennes. Tempat itu dulunya juga berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah. Dari sana, para peneliti mengumpulkan 54 biji anggur arkeologis yang berasal dari berbagai periode, mulai dari Zaman Perunggu hingga Abad Pertengahan.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 24 Maret 2023. Hasil analisis genetika menunjukkan bahwa struktur genetik biji anggur kuno identik dengan biji anggur modern yang digunakan untuk memproduksi pinot noir saat ini. Hal ini menandakan adanya kesinambungan klonal selama hampir enam ratus tahun.

Menurut Laurent Bouby, salah satu penulis studi, belum dapat dipastikan apakah biji tersebut dikonsumsi langsung atau diolah menjadi wine. “Kami tidak bisa memastikan apakah buah ini dimakan langsung atau digunakan untuk membuat wine pada masa itu,” ujarnya.

Peneliti juga menegaskan bahwa Prancis telah lama menjadi pusat penting dalam pengembangan budidaya anggur. Hingga kini, negara tersebut tetap menjadi salah satu produsen wine terbesar di dunia.

Ludovic Orlando, ahli paleogenetika dari Universitas Toulouse, menambahkan bahwa temuan ini menunjukkan kedekatan sejarah dengan masa lalu. “Bahkan Joan of Arc mungkin pernah mengonsumsi anggur yang sama seperti yang kita kenal sekarang,” katanya.

Studi ini juga mengungkap teknik perbanyakan klonal, yaitu memperbanyak tanaman tanpa biji melalui stek atau jaringan, yang sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu. “Kami menemukan klon yang identik secara genetik di berbagai wilayah dan periode waktu, yang menunjukkan adanya jaringan pertukaran jarak jauh sejak zaman besi,” tulis peneliti.

Wine pinot noir sendiri biasanya ringan hingga medium, dengan aroma buah merah seperti ceri atau stroberi. Wine ini memiliki keasaman tinggi, tanin rendah, tekstur halus, elegan, dan sering kali earthy. Karena sifatnya yang fleksibel, varietas ini menjadi dasar bagi banyak jenis anggur Eropa lainnya yang populer hingga saat ini.

Temuan biji anggur 600 tahun ini tidak hanya menambah pengetahuan tentang sejarah vinifikasi, tetapi juga menegaskan peran penting Prancis dalam industri wine global. Dengan bukti genetik yang kuat, para ilmuwan dapat melacak jejak klonal yang telah melewati hampir enam abad, menampilkan evolusi yang konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bagaimana tradisi budidaya anggur di Prancis telah bertahan lama, memanfaatkan teknik klonal yang telah terbukti efektif. Hasilnya menambah pemahaman kita tentang asal-usul dan kesinambungan varietas pinot noir, sekaligus memperkuat posisi Prancis sebagai pelopor dalam dunia wine.

ArkeologiBiji AnggurPinot NoirPrancisKlonalPaleogenetikaValenciennes

Komentar

Memuat komentar...