Bitcoin Kembali Naik ke US$63.000, Tunjukkan Sentimen Makro
Gambar atau konten salah?
Harga Bitcoin kembali menguat, menembus level US$ 63.000 atau Rp 1,12 miliar (kurs Rp 17.860 per dolar AS) dalam 24 jam terakhir pada 12 Juni 2026. Kenaikan ini didorong oleh sentimen pasar global yang membaik dan peningkatan nilai aset berisiko, saham, dan emas seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap arah suku bunga Amerika Serikat.
Bitcoin mencatat kenaikan sebesar 2,48 % ke level US$ 63.615,89 (Rp 1,13 miliar) dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini melampaui tren pasar kripto yang relatif datar, meskipun kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan ikut naik sekitar 2,26 %.
Fyqieh Fachrur, analis Tokocrypto, menilai bahwa kenaikan Bitcoin saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal yang ditopang oleh sentimen makro, bukan reli yang sepenuhnya berasal dari fundamental pasar kripto.
Pergerakan Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi dengan pasar tradisional, yakni sekitar 91 % dengan indeks S&P 500 dan 83 % dengan emas. Korelasi ini menegaskan bahwa Bitcoin masih bergerak searah dengan aset-aset yang sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.
"Kenaikan Bitcoin ke atas US$ 63.000 menunjukkan bahwa pasar mulai kembali mengambil posisi pada aset berisiko, terutama setelah saham dan emas ikut menguat. Namun, reli ini masih sangat bergantung pada sentimen makro, khususnya ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed," jelas Fyqieh dalam keterangan resminya pada 12 Juni 2026.
"Jadi, meskipun peluang menuju US$ 64.000 hingga US$ 65.000 terbuka, investor tetap perlu berhati-hati karena belum terlihat katalis kripto yang benar-benar kuat," tambahnya.
Fyqieh menekankan bahwa area US$ 62.000 saat ini menjadi level penting yang perlu dijaga. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, nilai aset distribusi itu berpeluang untuk naik ke level berikutnya di kisaran US$ 64.000 hingga US$ 65.000 (Rp 1,14 – 1,16 miliar). Jika Bitcoin gagal mempertahankan harganya di level US$ 62.000, tekanan jual aset digital berpotensi kembali muncul dan membawa nilai koin kripto tersebut masuk ke dalam area support terdekat di sekitar US$ 61.000.
Secara teknikal, level US$ 62.000 menjadi batas psikologis yang penting. Jika mampu bertahan di atas area itu, Bitcoin berpeluang menguji exponential moving average 200 hari di sekitar US$ 63.700‑an, lalu bergerak ke US$ 64.000 hingga US$ 65.000. Namun, jika support tersebut ditembus, pasar bisa kembali defensif, tegasnya.
Selain sentimen suku bunga, pasar kripto juga mencermati perkembangan geopolitik global. Harga Bitcoin sempat mendapat dorongan setelah muncul kabar mengenai potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut mendorong minat terhadap aset berisiko dan membantu Bitcoin pulih dari tekanan sebelumnya. Sebelumnya, Bitcoin sempat melemah setelah data inflasi produsen Amerika Serikat atau Producer Price Index menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan. Data tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.
Fyqieh menilai reli Bitcoin masih perlu dikonfirmasi oleh beberapa faktor pendukung, terutama arus dana institusional melalui produk spot Bitcoin ETF dan keputusan The Fed dalam pertemuan kebijakan pada 16 Juni 2026 – 17 Juni 2026. Arus dana ETF akan menjadi indikator penting. Jika inflow kembali kuat, itu bisa memperkuat struktur harga Bitcoin karena pasokan likuid di pasar berkurang. Tetapi jika outflow berlanjut, kenaikan harga berisiko tidak berkelanjutan. Pasar saat ini masih sensitif terhadap data inflasi, arah suku bunga, serta komentar The Fed, ujar Fyqieh.
Secara keseluruhan, Bitcoin menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, geopolitik, dan arus dana institusional. Harga saat ini berada pada titik kritis di mana sentimen pasar dan keputusan kebijakan The Fed menjadi penentu utama arah berikutnya. Investor diharapkan tetap waspada terhadap perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi nilai aset berisiko ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indeks CFX10: Acuan Pasar Kripto Indonesia Diluncurkan
FLOQ Tutup Dana Strategis $11,3 Juta, 1,8 Juta User Indonesia
Bittime Dorong Literasi Digital di Tengah 21,37 Juta Investor
RRFX Kompetisi Trading Demo Hadiah Jutaan Ratusan Rupiah
AS Ambil Kripto Iran US$1 Miliar, Operasi Fury Tutup
OJK Peringat Risiko Tinggi Investasi Kripto di Pasar
Berita Terbaru