AS Ambil Kripto Iran US$1 Miliar, Operasi Fury Tutup

Dani L. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 177 dibaca
Bisik.id
AS Ambil Kripto Iran US$1 Miliar, Operasi Fury Tutup

Gambar atau konten salah?

Sabtu, 30 Mei 2026, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengumumkan bahwa ekonomi Iran mendekati titik krisis. Ia menegaskan bahwa AS telah menyita aset kripto Iran senilai US$1 miliar atau setara Rp 17,88 triliun (Rp 17.881).

Bessent menyatakan, “Kami telah menyita sekitar satu miliar dolar kripto mereka. Kami langsung mengambil,” ketika ia berbicara di FOX Business. Ia menambahkan bahwa kampanye pemerintah AS telah membuat situasi ekonomi Iran menjadi kritis.

Ia menamai kampanye tersebut Operation Economic Fury dan mengatakan, “Saya pikir antara lima setengah hingga enam minggu kampanye militer yang sangat sukses dan kemudian Operasi Economic Fury, di mana kami benar-benar memutus pasokan mereka...mereka sekarang berada di ujung batas kemampuan finansial mereka.”

Menurut Bessent, inflasi di Iran sudah melonjak hingga 200%. Ia juga mengungkapkan bahwa “Saya pikir 40 atau 50% dari pasukan [Iran] tidak dibayar. Polisi tidak melapor ke kantor polisi. Inflasi mungkin sudah melebihi 200%. Mereka sampai harus membagikan voucher makanan. Mereka telah mematikan internet.”

Selain aset kripto, AS mengklaim sejak tahun lalu berhasil merampas banyak aset lainnya di Iran, mulai dari properti hingga perbankan. Ia menegaskan, “Kami bekerja sama dengan sekutu kami di seluruh Eropa untuk merebut vila, rumah, dan properti. Dan ini adalah uang yang dicuri dari rakyat Iran.”

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi dan militer dapat memperlemah negara secara finansial dan sosial, sekaligus menyoroti peran sekutu internasional dalam upaya tersebut.

Menteri Keuangan ASIrankriptoOperasi Economic Furyinflasi 200%sekutu Eropa

Komentar

Memuat komentar...