OJK Peringat Risiko Tinggi Investasi Kripto di Pasar
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat tentang risiko tinggi investasi kripto, meski potensi keuntungannya bisa mencapai ratusan kali lipat. Peringatan ini muncul di tengah pergerakan harga yang tajam pada mata uang kripto utama, seperti Bitcoin (BTC).
Di Jogja Financial Festival 2026, Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, mengungkapkan sejarah harga Bitcoin. Ia menyebutkan bahwa pada awal kemunculannya, satu token Bitcoin setara dengan sepiring pizza.
“Bitcoin itu nilainya mungkin tahun 2010, itu cukup 10.000 BTC itu hanya sepiring pizza, US$ 41. Sekarang Rp 1,4 miliar. Jadi nilainya terus meningkat,” ujar Adi.
Dengan kata lain, nilai Bitcoin telah melonjak dari hanya beberapa dolar hingga mencapai Rp 1,4 miliar per token. Adi menekankan bahwa investasi kripto harus dilakukan dengan hati-hati.
“Pakai uang untuk investasi kripto, itu adalah uang yang sudah setelah anda nabung untuk dana pensiun, sudah nabung untuk kebutuhan hidup. Jadi pakai uang yang sudah disisihkan dan anda siap masuk ke industri yang sangat-sangat berisiko. Kembali, ini risikonya tinggi tapi return-nya juga luar biasa tinggi,” terang Adi.
Seiring dengan perkembangan, saat ini ada dua bursa kripto di Indonesia, yaitu CFX dan ICEx. Aset kripto yang diperdagangkan di tanah air mencapai 1.464 jenis.
Walaupun nilai transaksi kripto menurun, kontribusi pajak tetap meningkat. Pada tahun 2025, transaksi kripto turun menjadi Rp 482,23 triliun dari Rp 650,61 triliun pada 2024, namun penerimaan pajak meningkat menjadi Rp 796,73 miliar.
“Tahun 2025 saja, waktu itu transaksinya menurun (menjadi) Rp 482,23 triliun dari sebelumnya Rp 650,61 triliun di 2024, penerimaan pajak kita meningkat menjadi Rp 796,73 miliar,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, OJK menegaskan bahwa meski pasar kripto menawarkan potensi keuntungan tinggi, risiko yang melekat juga signifikan. Investor disarankan untuk menggunakan dana yang sudah disisihkan dan mempersiapkan diri terhadap volatilitas pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tokenisasi Aset Nyata Diprediksi Tembus US$5,5 Triliun pada 2030
INDODAX Dorong Sertifikasi Wajib Influencer Kripto
Transaksi Kripto Mei 2026 Naik Tipis Jadi Rp23,01 Triliun
Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Akses Saham Global 24 Jam
PAKD: Bursa Global Harus Tunduk pada Aturan Kripto RI
Bitcoin Terkoreksi Usai Sinyal Hawkish The Fed, Investor Diminta Waspada
