Blokade AS Menghambat Pelayaran Minyak Selat Hormuz

Arif S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Blokade AS Menghambat Pelayaran Minyak Selat Hormuz

Gambar atau konten salah?

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah mengganggu arus pelayaran energi global. Blokade Amerika Serikat terhadap kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran menambah ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz, yang hampir sepenuhnya tertutup sejak pecahnya perang Iran.

Di bawah kondisi normal, sekitar seperlima ekspor minyak dan gas dunia melintasi Selat Hormuz. Sejak dimulainya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut dapat dihitung. Beberapa kapal negara tetangga Indonesia juga sudah melewati selat tersebut.

Daftar kapal yang berhasil melewati Selat Hormuz selama perang berlangsung:

Vietnam: Kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) berbendera Malta, Agios Fanourios I, tercatat memasuki teluk melalui Selat Hormuz pada 15 April 2026. Kapal tersebut merupakan upaya kedua setelah mencoba memasuki teluk sejak gencatan senjata AS-Iran berlangsung. Ia sedang menuju Irak untuk memuat minyak mentah Basra yang akan dikirim ke Vietnam.

Malaysia: Kapal tanker minyak mentah berukuran besar berbendera Liberia, Serifos, masuk dan keluar jalur alternatif Selat Hormuz yang melewati Pulau Larak milik Iran pada 10 April 2026. Kapal itu membawa minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada awal Maret 2026, kemudian dijadwalkan tiba di Pelabuhan Malaka, Malaysia pada 21 April 2026. Sementara itu, tanker Ocean Thunder yang mengangkut 1 juta barel minyak Basrah Heavy dari Irak melintasi selat pada 5 April 2026 dan diperkirakan bongkar muat di Pengerang, Malaysia pada 18 April 2026. Kedua kapal tersebut termasuk dalam tujuh kapal terkait Malaysia yang mendapat izin Iran untuk melintas.

China: Dua kapal minyak berbendera China, Cospearl Lake dan He Rong Hai, keluar dari Selat Hormuz pada 11 April 2026. Cospearl Lake yang membawa minyak Irak diperkirakan tiba di pelabuhan Zhoushan pada 1 Mei 2026, sementara He Rong Hai menuju Myanmar untuk membongkar minyak mentah asal Arab Saudi. Kedua kapal tersebut disewa oleh Unipec, unit perdagangan energi dari China yakni Sinopec. Selain itu, VLCC Dhalkut yang melintasi Selat Hormuz pada 2 April 2026 sedang menuju Myanmar untuk menurunkan minyak Saudi. Minyak mentah yang dibongkar di Myanmar biasanya dikirim di kilang Yunnan milik PetroChina, jelasnya.

India: Setidaknya dua VLCC dan dua tanker jenis Suezmax keluar dari Teluk pada Maret 2026 dan April 2026 untuk memasok minyak ke India. VLCC Habrut menuju Paradip untuk memasok minyak Abu Dhabi bagi Indian Oil Corporation, sementara VLCC Marathi membongkar minyak Saudi di pelabuhan Sikka untuk Reliance Industries. Tanker Suezmax Smyrni dan Shenlong masing-masing mengirim 1 juta barel minyak Saudi ke Mumbai untuk Hindustan Petroleum. Selain itu, kapal Msg dan Navara mengangkut bahan bakar residu ke pelabuhan Pipavav dan Sikka. Untuk LPG, dua kapal tanker tujuan India telah mengangkut sekitar 94.000 metrik ton gas dan berhasil melintasi Selat Hormuz untuk menuju India. Kapal BW Tyr dan BW Elm tercatat telah melakukan bongkar muat di beberapa pelabuhan India pada awal April 2026.

Pakistan: Dua kapal tanker berbendera Pakistan masuk ke Teluk pada 12 April 2026. Tanker Shalamar menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah, sementara Khairpur menuju Kuwait untuk mengambil produk olahan.

Thailand: Sebuah kapal tanker milik Bangchak Corporation berhasil melintasi Selat Hormuz setelah koordinasi diplomatik antara Thailand dan Iran. Kapal tersebut tidak dikenakan biaya tambahan untuk keluar dari blokade. Tanker jenis Suezmax Pola juga tercatat membongkar 1 juta barel minyak Khafji di Thailand dan Singapura.

Dengan blokade yang terus berlangsung, arus pelayaran energi melalui Selat Hormuz menjadi lebih kompleks. Kapal-kapal yang berhasil melewati jalur ini menunjukkan upaya negara-negara tetangga untuk tetap memenuhi kebutuhan energi, meskipun menghadapi tantangan keamanan dan regulasi yang ketat.

Selat HormuzBlokade ASMinyak mentahKapal tankerKonflik AS-Israel-IranPelayaran energi globalNegara tetangga

Komentar

Memuat komentar...