BMKG: El Nino “Godzilla” Menimbulkan Kemarau Panjang Indonesia

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
BMKG: El Nino “Godzilla” Menimbulkan Kemarau Panjang Indonesia

Gambar atau konten salah?

BMKG mengungkapkan prediksi tentang fenomena El Nino yang disebut “El Nino ‘Godzilla’.” Deputi Bidang Klimatologi, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa istilah tersebut “tidak ada dalam khasanah klimatologi yang resmi di dunia dan cenderung hiperbolis. Kategori El Nino hanya El Nino lemah, moderat, dan kuat. Saat ini prediksi resmi BMKG adalah peluang 50‑60 persen El Nino lemah hingga moderat setelah semester 2.”

El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Dampaknya terlihat pada musim kemarau di Indonesia, yang menjadi lebih panjang dan kering. BMKG sebelumnya telah memantau indeks ENSO, yang menentukan kondisi La Nina dan El Nino. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi tetap hingga Juni 2026. Ia menambahkan bahwa mulai pertengahan tahun, peluang munculnya El Nino kategori lemah‑moderat sebesar 50‑60 persen mulai semester 2 perlu menjadi perhatian.

Di sisi lain, BRIN memprediksi potensi terjadinya “Godzilla” El Nino di Indonesia bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada beberapa bulan mendatang. Kombinasi ini dapat memperpanjang musim kemarau dan memperkecil curah hujan. “Godzilla El Niño + IOD Positif, kedengarannya keren, tapi dampaknya nggak main‑main. Kemarau bisa jadi lebih panjang, lebih kering, dan hujan makin jarang turun di Indonesia. Awan pun lebih banyak ‘nongkrong’ di Pasifik sedangkan kita kebagian panasnya aja,” tulis BRIN di Instagramnya, Jumat, 20 Maret 2024.

Istilah “Godzilla” pertama kali diucapkan oleh ahli klimatologi NASA, Bill Patzert, pada tahun 2015. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai “Ini jelas berpotensi menjadi ‘Godzilla El Nino,’” menjelaskan bahwa suhu sangat tinggi di bagian timur Samudra Pasifik dapat memicu serangkaian bencana alam di berbagai penjuru dunia. Menurut kutipan dari ABC, “‘Godzilla’ El Niño bukanlah istilah teknis atau ilmiah, tetapi merupakan cara untuk menggambarkan fenomena El Niño saat itu, karena fenomena tersebut kemungkinan besar akan menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950. Musim kemarau panjang.”

BMKG juga memproyeksikan sifat musim kemarau pada tahun 2026. Secara umum, musim kemarau akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5 persen) dan Normal di 245 ZOM (35,1 persen). Sebaliknya, hanya terdapat 3 ZOM (0,4 persen) di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah. Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya.

Prediksi ini menegaskan bahwa kombinasi El Nino kuat dan IOD positif dapat memperburuk kondisi cuaca di Indonesia. Kegiatan pertanian, perikanan, dan sektor lainnya yang bergantung pada curah hujan akan terdampak. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mempersiapkan langkah mitigasi, seperti pengelolaan air, penyuluhan kepada petani, dan perencanaan penggunaan lahan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Secara keseluruhan, data yang disajikan menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi rawan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan kering, baik pada tahun 2024 maupun 2026. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari semua pihak untuk mengurangi dampak negatif pada mata pencaharian dan kesejahteraan masyarakat.

El NinoGodzillaIOD positifmusim kemaraucurah hujanBMKGprediksi

Komentar

Memuat komentar...