Kebiasaan Minum Kopi yang Harus Dihindari: 5 Tips Sehat

Hari W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kebiasaan Minum Kopi yang Harus Dihindari: 5 Tips Sehat

Gambar atau konten salah?

Minum kopi sudah menjadi kebiasaan yang melekat di banyak orang. Namun, tidak semua cara menikmati kopi membawa manfaat. Beberapa pola minum kopi justru dapat memengaruhi kesehatan secara negatif.

Berbagai faktor memengaruhi efek kopi, mulai dari jumlah yang dikonsumsi hingga sensitivitas tubuh masing‑masing. Jika rasio kopi dan waktu minum dipilih dengan tepat, kopi dapat meningkatkan energi, fokus, dan bahkan mendukung kesehatan mental. Sebaliknya, jika takaran tidak tepat atau minum terlalu larut, kopi bisa memicu gangguan pencernaan, kecemasan, insomnia, dan risiko kesehatan lain.

Berikut ini daftar kebiasaan minum kopi yang perlu dihindari, berdasarkan laporan yang dirilis pada 30 Januari 2024. Setiap poin didukung oleh data dan pendapat ahli, sehingga Anda dapat menyesuaikan kebiasaan minum kopi Anda.

1. Minum kopi menjelang sore

Beberapa orang suka meminum kopi di sore hari untuk mengatasi rasa kantuk. Namun, kebiasaan ini dapat mengganggu pola tidur. Penelitian yang disebutkan oleh Health.com menunjukkan bahwa minum kopi hingga enam jam sebelum tidur dapat menurunkan kualitas tidur. Oleh karena itu, disarankan untuk berhenti minum kopi setidaknya enam jam sebelum tidur.

Melissa Prest, DCN, RDN dari Academy of Nutrition and Dietetics juga menyarankan jika ingin minum kopi setelah pukul 14.00, lebih baik beralih ke kopi decaf.

Dengan beralih ke kopi decaf, Anda tetap bisa menikmati rasa kopi tanpa mengganggu ritme sirkadian tubuh.

2. Minum kopi tanpa disaring

Jenis kopi seperti French press atau kopi Turki tidak menggunakan filter, sehingga partikel kopi tetap berada di dalam minuman. Partikel ini mengandung diterpen, khususnya kahweol dan cafestol, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, ampas kopi yang tertelan dapat memicu iritasi lambung dan sistem pencernaan, menimbulkan rasa perih dan peradangan.

Ahli Mellisa menyarankan untuk memilih kopi drip coffee yang dibuat menggunakan filter kertas, sehingga partikel kopi tidak masuk ke dalam minuman.

3. Minum kopi pagi hari tepat setelah bangun tidur

Minum kopi segera setelah bangun dapat mengganggu adenosin, neurotransmitter yang memengaruhi ritme sirkadian tubuh. Adenosin berperan penting dalam mengatur siklus tidur‑bangun.

Untuk meminimalkan dampak ini, cobalah menunggu 60 hingga 90 menit setelah bangun sebelum meminum kopi. Selama menunggu, Anda bisa minum air putih, berjemur, dan melakukan peregangan ringan agar tubuh bangun secara alami.

4. Terlalu banyak menambahkan pemanis

Menambahkan gula atau pemanis tambahan dalam kopi dapat meningkatkan kadar gula total, yang berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi. Kadar gula berlebih juga dapat memicu penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

Gula berlebihan dapat memperburuk gejala kondisi kesehatan mental. Peningkatan dopamin akibat gula dapat menimbulkan adiksi atau ketagihan.

Pemanis buatan juga dapat memicu iritasi usus, menyebabkan perut kembung, mulas, dan diare. Penelitian yang disebutkan oleh situs Health.com mengungkapkan bahwa konsumsi gula tambahan berlebihan dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan risiko obesitas.

Jika Anda ingin kopi manis, pertimbangkan pemanis alami seperti madu, sirup kurma, sirup maple, atau stevia.

5. Menjadikan kopi sebagai pengganti makanan

Beberapa orang menggunakan kopi sebagai pengganti makanan, baik untuk diet maupun preferensi pribadi. Meskipun kopi dapat menurunkan berat badan dan mengurangi lemak tubuh, kopi tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk menggantikan makanan.

Minum kopi pada perut kosong dapat memicu masalah asam lambung. Kopi bersifat asam dan dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang berpotensi menyebabkan iritasi, maag, atau GERD.

Untuk memaksimalkan manfaat kopi, nikmati setelah makan. Menikmati kopi setelah makan dapat membantu metabolisme dan pengendalian gula darah lebih baik.

Dengan memahami kebiasaan minum kopi yang dapat menimbulkan dampak negatif, Anda dapat menyesuaikan pola minum kopi agar tetap sehat. Mengubah beberapa kebiasaan kecil, seperti menunda minum kopi sore, menggunakan filter, menunggu sebelum minum pagi, mengurangi pemanis, dan tidak mengganti makanan, dapat membantu Anda menikmati kopi tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Komentar

Memuat komentar...