Palembang 540 Kasus DBD, Seberang Ulu Paling Tertinggi
Gambar atau konten salah?
Di Kota Palembang, Sumatera Selatan, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 540 pada pertengahan Juni 2026. Kasus terbanyak terakumulasi di Kecamatan Seberang Ulu I dan II.
Di Seberang Ulu II tercatat 66 kasus, sedangkan Seberang Ulu I mencatat 53 kasus. Kecamatan Ilir Barat II menjadi daerah dengan kasus terendah, hanya 13 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menegaskan bahwa potensi penambahan kasus masih akan terus terjadi. Ia menambahkan bahwa musim pancaroba saat ini memperbesar risiko penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
“Pertengahan Juni 2026 ini kami menangani kasus DBD sebanyak 540 kasus di Palembang, kami berharap tidak terjadi lonjakan kasus DBD yang signifikan,” kata Yudhi kepada wartawan pada Senin, 15 Juni 2026.
Yudhi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Ia menegaskan bahwa tidak boleh menganggap remeh musim pancaroba, karena penyebaran nyamuk DBD semakin banyak.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Palembang terus menggalakkan program 3M, menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kami sudah menyiapkan abate gratis. Warga bisa memanfaatkannya untuk mencegah jentik nyamuk berkembang,” tegasnya.
Yudhi juga meminta peran aktif camat, lurah, dan masyarakat dalam membasmi penyakit DBD. Ia mengimbau, “Kami mengimbau masyarakat untuk rutin bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih dan tidak ada genangan air, maka jentik nyamuk tidak akan berkembang biak,” imbaunya.
Dinkes Palembang mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, dan bintik merah pada kulit, guna mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.
Kasus tinggi di Palembang, khususnya di Seberang Ulu, menandakan bahwa DBD tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan layanan abate gratis menjadi kunci untuk menurunkan angka kasus di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
