BNI Resmi Luncurkan Logo HUT ke-80

Ika P. · 4 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
BNI Resmi Luncurkan Logo HUT ke-80

Gambar atau konten salah?

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmi meluncurkan logo peringatan 80 tahun berdirinya. Logo ini bukan sekadar gambar. Ia menjadi simbol perjalanan panjang bank milik negara itu dalam melayani masyarakat Indonesia. Semangat pengabdian, kolaborasi, dan komitmen untuk mendampingi kebutuhan finansial lintas generasi tertuang di dalamnya.

Tahun 2026 nanti, BNI genap berusia delapan dekade. Bank nasional pertama milik negara ini menegaskan kembali perannya sebagai institusi yang tumbuh bersama bangsa. Selama 80 tahun, BNI tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang. Ia juga menjadi mitra masyarakat di berbagai fase kehidupan—mulai dari menabung, merintis usaha, mengembangkan bisnis, hingga mewujudkan tujuan-tujuan finansial lainnya.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan peringatan HUT ke-80 menjadi momen refleksi. Bagi perseroan, ini adalah waktu untuk melihat kembali perjalanan panjang pengabdian kepada negeri. Sekaligus, memperkuat komitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Usia 80 tahun bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui logo HUT ke-80, kami ingin menghadirkan interpretasi yang lebih humanis mengenai bagaimana nilai pengabdian BNI hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," ujar Putrama dalam keterangan tertulis pada Minggu, 05 Juli 2026.

Putrama menjelaskan, perjalanan BNI tidak bisa dilepaskan dari sejarah pendiriannya pada 05 Juli 1946. Saat itu, Indonesia baru saja merdeka dan tengah membangun fondasi pemerintahan serta kedaulatan ekonomi. R.M. Margono Djojohadikusumo menggagas berdirinya bank milik bangsa sendiri. Tujuannya jelas: memperkuat harga diri ekonomi Indonesia.

"BNI lahir dari semangat perjuangan dan keyakinan bahwa bangsa ini membutuhkan bank sendiri. Sejak awal, BNI bukan hanya hadir untuk menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyusun harga diri ekonomi Indonesia," papar Putrama.

Sebagai bank pertama milik Indonesia, BNI turut berperan dalam penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI). ORI menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa. Sejak saat itu, BNI terus tumbuh mengikuti perjalanan Indonesia. Semangat pengabdian itu, kata Putrama, tetap terjaga dalam layanan kepada masyarakat hingga kini.

Putrama menegaskan, semangat itu masih hidup dalam budaya pelayanan BNI. Baik melalui strategi bisnis, inovasi layanan, maupun peran insan BNI yang melayani masyarakat secara langsung di berbagai lini.

Makna Logo HUT Ke-80 BNI

Nilai pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat inilah yang kemudian diterjemahkan BNI ke dalam identitas visual HUT ke-80. Logo tersebut memaknai angka 80 sebagai simbol usia, perjalanan, dan komitmen pelayanan yang telah dijalankan secara konsisten selama delapan dekade.

Angka 8 menjadi pusat filosofi. Secara horizontal, angka ini mirip dengan simbol tak terhingga atau infinity. Ini menggambarkan semangat pelayanan yang terus bergerak tanpa henti. Sementara itu, angka 0 melambangkan keutuhan dan kesinambungan. Ia mencerminkan ruang pelayanan yang selalu terbuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Perpaduan kedua angka tersebut menegaskan usia 80 tahun sebagai tonggak penting perjalanan BNI. Sekaligus, awal untuk melanjutkan pelayanan yang lebih luas dan berkelanjutan. Filosofi ini sejalan dengan semangat BNI untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa.

Makna pengabdian juga tercermin dalam elemen visual logo yang menggambarkan jalur mengalir dan bergerak dinamis. Elemen ini merepresentasikan semboyan BNI, Swadharma Bhakti Nagara. Artinya, mengabdi dan melayani negeri melalui karya serta pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Selain menggambarkan nilai pelayanan, logo HUT ke-80 juga mencerminkan kolaborasi berkelanjutan antara BNI, masyarakat, mitra usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Hubungan yang terbangun selama ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagi BNI, filosofi logo tersebut sejalan dengan komitmen perseroan dalam menghadirkan inovasi dan solusi keuangan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dari generasi ke generasi, BNI terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui layanan yang profesional, relevan, dan memberikan manfaat nyata.

Dari sisi visual, penggunaan gradasi kuning-oranye pada logo melambangkan energi, optimisme, dan kehangatan yang menyertai pelayanan BNI kepada masyarakat. Adapun warna biru tosca merepresentasikan kepercayaan, stabilitas, dan profesionalisme sebagai fondasi hubungan jangka panjang antara BNI dan nasabah.

Ke depan, logo HUT ke-80 akan menjadi identitas visual utama dalam berbagai kegiatan komunikasi, promosi, publikasi, dan aktivasi BNI bersama para mitra. Kehadiran logo tersebut diharapkan memperkuat pesan bahwa BNI terus menghidupkan nilai pengabdian melalui semangat Melayani Sepenuh Hati.

"Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa selama delapan dekade, BNI tidak hanya tumbuh sebagai institusi perbankan, tetapi juga terus menghidupkan nilai pengabdian melalui semangat Melayani Sepenuh Hati untuk kemajuan masyarakat, perekonomian, dan Indonesia," ungkap Putrama.

Melalui momentum HUT ke-80, BNI menegaskan komitmennya untuk menjalankan Swadharma Bhakti Nagara. Caranya, dengan menghadirkan solusi keuangan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan. BNI akan terus hadir melayani masyarakat dan mendukung kemajuan Indonesia, baik untuk generasi hari ini maupun masa depan.

Perjalanan BNI selama 80 tahun menunjukkan bagaimana sebuah institusi perbankan bisa tumbuh seiring dengan perkembangan bangsa. Dari penerbitan ORI hingga peluncuran logo HUT ke-80, BNI terus menekankan perannya sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar bank. Semangat pengabdian yang diusung sejak 1946 masih menjadi fondasi utama hingga kini.

BNIlogo HUT ke-80pengabdian80 tahunkolaborasifilosofiMelayani Sepenuh Hati

Komentar

Memuat komentar...