Stasiun CNG di Sumsel Masuk Proyek Strategis Nasional

Wulan M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Stasiun CNG di Sumsel Masuk Proyek Strategis Nasional

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia berencana memperluas penggunaan bahan bakar gas alam terkompresi atau CNG. Salah satu langkahnya adalah membangun stasiun induk CNG di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek ini masuk dalam daftar program strategis nasional yang langsung diawasi oleh Kantor Staf Kepresidenan.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, baru saja meninjau langsung lokasi pembangunan stasiun induk tersebut. Dalam kunjungannya, ia mengungkapkan masih ada beberapa urusan administrasi yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR. Meski begitu, Dudung optimistis proyek bisa berjalan.

"Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," ujar Dudung dalam keterangan resmi pada Minggu, 05 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penyelesaian masalah administrasi akan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait. Namun, proses administrasi dan pekerjaan fisik akan dilakukan secara bersamaan. Targetnya, proyek ini bisa rampung tahun ini juga.

"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," tegas Dudung.

Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi pembangunan karena daerah ini punya cadangan energi yang besar, baik gas bumi maupun batu bara. Dengan begitu, provinsi ini dinilai punya peran penting dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional.

Dudung menambahkan, stasiun induk CNG di Tanjung Enim diharapkan bisa memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar. Manfaat utama yang paling terasa adalah terbukanya lapangan kerja baru dan penguatan ketahanan energi nasional.

"Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," jelas Dudung.

Sementara itu, Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kepala Staf Kepresidenan dan jajarannya. Menurutnya, dukungan ini penting untuk mengoptimalkan penggunaan gas dalam negeri, terutama pengembangan Coalbed Methane (CBM) di Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa.

"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah," kata Arief.

Proyek ini masih dalam tahap awal. Pemerintah dan PGN sama-sama berkomitmen untuk menyelesaikan kendala administrasi dan teknis. Jika berjalan lancar, stasiun induk CNG ini akan menjadi salah satu pusat pengolahan dan distribusi gas alam yang penting di Indonesia. Keberadaannya diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.

CNGstasiun indukTanjung EnimSumatera Selatanketahanan energilapangan kerjaPGN

Komentar

Memuat komentar...