Bola Logam Misterius dari Luar Angkasa Ditemukan di Pantai Australia

Dewi M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bola Logam Misterius dari Luar Angkasa Ditemukan di Pantai Australia

Gambar atau konten salah?

Tiga bola logam misterius ditemukan terdampar di pantai terpencil Australia. Warga setempat melaporkan penemuan itu ke polisi pada Jumat waktu setempat. Total enam bola akhirnya ditemukan. Polisi sempat memperingatkan kemungkinan adanya bahan berbahaya. Petugas mendekati lokasi dengan pakaian hazmat dan memasang batas aman sejauh 50 meter. Setelah diperiksa, benda-benda itu dinyatakan aman.

Badan Antariksa Australia (Australian Space Agency) mengonfirmasi ikut membantu menyelidiki asal bola-bola aneh tersebut. Para ahli menduga benda itu bisa saja terlepas dari peluncuran roket atau wahana antariksa. Brad Tucker, astrofisikawan dari Australian National University, mengatakan bahwa jika ada tiga tangki, kemungkinan besar benda itu berasal dari satelit berukuran sangat besar atau bagian atas roket.

Fenomena sampah antariksa yang jatuh kembali ke Bumi semakin sering terjadi. Jumlah peluncuran roket terus meningkat. Tahun lalu, lebih dari 300 roket mencoba mencapai orbit. SpaceX sendiri menyumbang sekitar setengah dari jumlah itu. Bagian roket yang dibuang selama perjalanan menuju orbit sering ditemukan di daerah-daerah terpencil di seluruh dunia. Ini terutama terjadi pada sistem peluncuran sekali pakai, di mana puing-puingnya tidak jatuh kembali mengikuti jalur yang sudah ditentukan.

Alice Gorman, pakar sampah antariksa dari Flinders University, mengamati bahwa bola-bola tersebut tidak memiliki bekas luka bakar. Padahal, luka bakar biasanya muncul pada benda yang berhasil melewati gesekan panas saat memasuki atmosfer Bumi. Menurutnya, ini menunjukkan benda itu mungkin berasal dari tahapan roket, entah tahap pertama atau kedua. Bagian itu jatuh kembali ke Bumi sementara bagian roket lainnya terus melaju untuk mengantarkan muatan ke luar angkasa.

Gorman menambahkan, benda-benda itu tampak cocok dengan komponen sistem bahan bakar. "Itu adalah bejana bahan bakar bertekanan yang terbuat dari paduan titanium dengan titik lebur sangat tinggi," katanya. Ia menyebut benda semacam ini dikenal sebagai space balls atau bola angkasa. Bola-bola ini bisa ditemukan bertahun-tahun setelah sebuah peluncuran. "Ini mungkin bukan sesuatu yang sempat dilihat oleh siapa pun saat jatuh mendarat," imbuhnya.

Australia memiliki daratan yang sangat luas. Secara statistik, ini membuatnya berpeluang besar menjadi lokasi jatuhnya sampah antariksa. "Kita melakukan lebih banyak peluncuran ke angkasa dalam lima tahun terakhir dibanding sepanjang sejarah manusia. Berarti ada lebih banyak objek yang masuk kembali ke Bumi," pungkas Gorman.

Penemuan bola logam di Australia ini menjadi pengingat bahwa sampah antariksa bukan lagi sekadar isu di luar angkasa. Benda-benda buatan manusia yang mengorbit kini mulai kembali ke Bumi, dan kadang mendarat di tempat-tempat yang tidak terduga. Dengan semakin banyaknya peluncuran roket setiap tahun, fenomena seperti ini kemungkinan akan lebih sering terjadi.

bola logam misteriussampah antariksaAustraliapeluncuran roketbejana bahan bakarspace ballsastrofisikawan

Komentar

Memuat komentar...