BPBD Denpasar Tangani 23 Laporan Darurat Nyepi, Bayi RS
Gambar atau konten salah?
BPBD Denpasar mencatat 24 laporan warga yang memerlukan transportasi ke rumah sakit selama Nyepi Saka 1948.
Di antara laporan tersebut, 23 kasus berhasil ditangani oleh tim pusat pengendalian operasi (Pusdalops). Satu laporan masih menunggu konfirmasi.
Operator Pusdalops, Putu Darma Putra, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya sudah menunggu informasi lebih lanjut sejak pagi. “Kami sudah bersiap, tapi belum mendapat kejelasan,” ujarnya.
Kasus yang paling menonjol adalah seorang bayi berusia 10 bulan dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Orang tua bayi tersebut melaporkan bahwa bayi tersebut mengalami keluar darah dari telinga, jadi perlu penanganan segera. Pasien ini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, namun akhirnya hanya menerima rawat jalan.
Selama di Bali, bayi dan orang tuanya tinggal di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar. Pusdalops merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara. Setelah mendapat kabar, staf Pusdalops segera membawa bayi tersebut ke UGD RS Bali Mandara.
Keputusan transportasi ini diambil demi memastikan bahwa pasien yang membutuhkan bantuan medis dapat memperoleh perawatan tepat waktu.
Ringkasan: BPBD Denpasar menangani 23 dari 24 laporan transportasi ke rumah sakit selama Nyepi. Kasus bayi 10 bulan menjadi contoh pentingnya respons cepat dalam situasi darurat medis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
