BPBD Jatim Air Bersih, Peringat 28 Kabupaten Risiko Kebakaran
Gambar atau konten salah?
Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan lebih kering dibanding tahun 2025. Beberapa daerah di Jawa Timur sudah menandai status siaga kekeringan.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyebut 28 Kabupaten/Kota memiliki potensi kebakaran hutan atau lahan (Karhutla) selama musim kemarau ini.
“Yang berisiko tinggi ada 22 kabupaten/kota,” kata Gatot.
Daftar wilayah berisiko tinggi meliputi Ponorogo, Tulungagung, Kediri, Blitar, Kota Batu, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Malang, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Madiun, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik.
BPBD Jatim telah menyiapkan bantuan dropping air bersih, termasuk tandon, untuk didistribusikan ke kabupaten/kota.
Gatot mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarang. “Jangan sampai membakar sampah, yang bisa berpotensi terjadinya kebakaran. Silakan menghubungi BPBD kabupaten/kota setempat apabila membutuhkan dropping air bersih,” tandasnya.
Pernyataan ini diambil pada Sabtu, 16 Mei 2026 sebagai upaya pencegahan.
Prediksi musim kemarau 2026 lebih kering, 28 kabupaten/kota berpotensi kebakaran, 22 di antaranya berisiko tinggi, BPBD menyediakan air bersih, dan masyarakat diingatkan berhati-hati membakar sampah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
