BPBD Jatim Catat 4 Kebakaran Hutan di Juni 2026
Gambar atau konten salah?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan telah terjadi empat kasus kebakaran hutan dalam sebulan terakhir. Semua titik api berhasil dipadamkan.
"Total ada empat kasus kebakaran hutan di bulan Juni 2026 ini," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, pada Senin, 07 Juli 2026.
Satriyo merinci lokasi kejadian. Kebakaran pertama melanda Taman Nasional Baluran yang berada di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Titik kedua berada di kawasan Wisata Pemandangan Arak-Arak, Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringi, Kabupaten Bondowoso. Selanjutnya, api juga melahap area di Lereng Bukit, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
"Yang terbaru di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo. Alhamdulillah 4 titik kebakaran hutan itu sudah tertangani semua," tambah Satriyo.
Total lahan yang terbakar di keempat lokasi mencapai 10,52 hektar. Sebagian besar area yang hangus merupakan semak belukar, ilalang, rumput kering, dan pepohonan di lereng bukit.
Satriyo juga mengungkapkan data luas area berisiko kebakaran di Jawa Timur. Sebanyak 817.456 hektar lahan atau hutan masuk kategori risiko tinggi. Kemudian 740.422 hektar masuk kategori risiko sedang, dan 248.049 hektar masuk kategori risiko rendah. Kabupaten Banyuwangi menjadi wilayah dengan lahan berisiko tinggi terluas, yakni 268.086 hektar.
"Sejauh ini, apel petugas dan mengecek lahan-lahan yang berpotensi terjadi kebakaran terus dilakukan. Kami juga siapkan logistik untuk berjaga-jaga terjadinya kebakaran hutan," tegas Satriyo.
Dari data yang disampaikan, total lahan yang terbakar di empat titik mencapai 10,52 hektar. Mayoritas yang terbakar adalah semak belukar, ilalang, rumput kering, dan pepohonan di lereng bukit. Meski luas area terbakar relatif kecil, potensi kebakaran di Jawa Timur tetap besar mengingat lebih dari 800 ribu hektar lahan masuk kategori risiko tinggi. Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah yang paling rawan dengan luasan lahan berisiko tinggi mencapai lebih dari seperempat juta hektar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
