Diet Jus Ekstrem 3 Bulan, Ginjal Wanita 56 Tahun Rusak
Gambar atau konten salah?
Seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun di India harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjalani diet ekstrem selama tiga bulan. Berat badannya saat itu mencapai 110 kilogram. Ia mengganti seluruh makanan utamanya dengan jus sayuran pekat. Tujuannya hanya satu: menurunkan berat badan secepat mungkin.
Alih-alih mendapatkan tubuh langsing, wanita itu justru didiagnosis mengalami gagal ginjal akut, atau Acute Kidney Injury (AKI). Dokter menemukan kerusakan serius pada organ ginjalnya. Semua ini bermula ketika ia tergiur oleh video edukasi diet yang beredar di televisi dan internet. Tanpa berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter, ia mengambil keputusan drastis.
Ia berhenti total mengonsumsi karbohidrat, termasuk nasi. Sebagai gantinya, setiap hari ia minum jus sayuran hijau dalam jumlah besar. Jus itu terdiri dari campuran labu air, amla (malaka), labu abu, dan daun fenugreek. Tiga bulan berlalu. Tubuhnya mulai mengirim sinyal bahaya. Ia muntah-muntah terus-menerus. Kedua kakinya membengkak parah.
Hasil pemeriksaan darah di klinik setempat menunjukkan lonjakan drastis pada kadar kreatinin serum. Angka normalnya 1,0 mg/dL. Kreatinin wanita itu melonjak hingga 3,0 mg/dL. Ini tanda jelas bahwa fungsi ginjalnya menurun drastis. Ia segera dirujuk ke tim spesialis nefrologi di Manipal Hospital Millers Road.
Untuk mencari penyebab pasti kerusakan ginjal, dokter melakukan biopsi. Mereka mengambil sampel jaringan ginjal. Hasil di bawah mikroskop mengejutkan. Seluruh jaringan ginjal dipenuhi endapan kristal oksalat yang sangat padat.
"Oksalat adalah senyawa alami yang ditemukan dalam sayuran hijau dan aman jika dikonsumsi dalam batas wajar," jelas Dr. Kallappa Baligeri, salah satu dokter spesialis nefrologi yang menangani pasien tersebut. "Namun, karena pasien mengonsumsi jus sayur pekat dalam jumlah sangat besar selama 3 bulan, tubuhnya menyerap senyawa tersebut secara berlebihan hingga mengkristal di dalam ginjal dan memicu peradangan hebat," lanjutnya, seperti dikutip dari Times of India.
Dr. Baligeri menekankan bahwa kondisi ini beruntung cepat terdeteksi melalui biopsi. Belum sempat terbentuk jaringan parut permanen. Jika terlambat sedikit saja, wanita itu bisa kehilangan fungsi ginjalnya secara total.
Penanganan yang diberikan dokter terbilang sederhana, tapi ketat. Pasien harus menghentikan total diet jus ekstrem itu. Ia kembali ke pola makan normal yang seimbang. Ia juga harus menjaga hidrasi tubuh dengan baik. Selain itu, ia menjalani program penurunan berat badan yang aman secara medis.
Setelah satu setengah bulan menjalani perawatan dan mengembalikan pola makan sehat, fungsi ginjal pasien berangsur membaik. Kadar kreatinin serumnya kembali normal ke angka 1,0 mg/dL.
Kasus ini menjadi pengingat keras. Makanan yang dicap 'sehat' sekalipun bisa menjadi racun mematikan jika dikonsumsi secara berlebihan dan dengan cara yang salah. Tren diet yang viral di internet belum tentu aman untuk semua orang. Konsultasi dengan tenaga medis sebelum memulai diet ekstrem bukan sekadar saran, melainkan keharusan. Ginjal rusak tidak bisa dipulihkan sepenuhnya. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPOM: Pemimpin Masa Depan Wajib Kuasai Cara Kerja Otak
Kemenkes Hentikan Program Dokter Spesialis Usai Dugaan Perundungan
Mi Instan Rasa Ayam Picu Wabah Salmonella di Eropa
Wabah Salmonella di 14 Negara Terkait Mi Instan
Siloam Raih Pengakuan Magnet with Distinction dari ANCC
Disfungsi Ereksi: Alarm Dini Penyakit Jantung
Berita Terbaru
Diet Jus Ekstrem 3 Bulan, Ginjal Wanita 56 Tahun Rusak
BPOM: Pemimpin Masa Depan Wajib Kuasai Cara Kerja Otak
CCTV Tangkap Pencuri Tas di Stasiun Tawang Semarang
Ronaldo, 41 Tahun, Masih Jadi Momok Spanyol
Lima Lokasi SIM Keliling Medan untuk Perpanjangan SIM
7 Contoh Pengumuman Lomba 17 Agustus untuk Berbagai Kalangan
KPAI Buka Suara soal Anak Hirup Bensin
DLH Pangandaran Tunggu Hasil Lab, Warga Terus Merugi
Brasil Tersingkir, Haaland Paksa Pulang Neymar Cs