Strategi TVS Bertahan di Pasar Motor Indonesia
Gambar atau konten salah?
TVS, merek asal India, sudah puluhan tahun bertahan di pasar sepeda motor Indonesia. Selama itu, mereka terus bersaing dengan merek-merek besar dari Jepang dan China. Lantas, apa kuncinya?
Ryan Rahadian, Product Marketing Lead PT TVS Motor Company Indonesia, mengungkapkan bahwa perusahaannya tidak ingin sekadar menjadi penonton di negeri sendiri. Ketika merek Jepang dan China berinovasi, TVS mengikuti langkah serupa. Bahkan dari segi harga, produk-produk mereka jauh lebih murah.
"Yang penting dari sisi produk, TVS akan selalu memastikan memberikan produk-produk baru dengan harga yang tadi disampaikan, itu kan menurut saya juga sangat kompetitif," ujar Ryan saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Maret 2025.
"Kemudian dari sisi promosi, kita akan tetap terus-menerus atau continue dari sisi after sales," tambahnya.
Penjualan TVS memang tidak sebesar Honda atau Yamaha. Namun, produk-produk mereka punya keunikan dan faktor pembeda. Motor-motor TVS memiliki desain dan pilihan warna yang tidak biasa. Hal ini bukan tanpa alasan.
"Yang tidak bisa dilupakan, kita adalah kualitas. Semua ini, produk, segala apa pun, kualitas yang jadi pegangan kita untuk kita bisa bertahan atau berkompetisi di industri ini. Kalau TVS kan banyak produknya, ada yang matik, sport, terus bebek juga masih jual," tambah Ryan.
Seperti produsen lain, TVS juga memantau pasar otomotif nasional. Mereka melihat pergerakan minat konsumen di Indonesia. Saat ini, skuter matik mungil sedang digandrungi pembeli. Maka, TVS meluncurkan Callisto 110 generasi terbaru.
"TVS ini secara produk portfolio itu sangat lengkap. Jadi fokus kita itu akan lebih merata ya. Tapi yang penting kita akan ikuti bagaimana pergerakan industri otomotif yang ada di Indonesia. Arahnya ke mana, kita akan ikut ke sana," kata dia.
TVS bertahan bukan dengan cara meniru, melainkan dengan menawarkan produk yang kompetitif secara harga dan memiliki keunikan tersendiri. Mereka juga terus mengikuti tren pasar, seperti tren skuter matik mungil yang sedang naik daun. Kualitas menjadi pegangan utama mereka untuk tetap bersaing di industri otomotif Indonesia yang ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Generasi X Paling Jago Ganti Ban, Gen Z Paling Diragukan
Motor Rp 15 Jutaan Masih Ada di Juli 2026
Wuling Tunggu Mitra Baterai soal Pakai Nikel RI
Harga Nmax dan PCX Naik Juli 2026
10 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan, Denda Dihapus
Honda Wave Alpha 110 Meluncur di Vietnam, Irit 59 Km per Liter
Berita Terbaru
Strategi TVS Bertahan di Pasar Motor Indonesia
Haaland Bawa Norwegia ke Perempatfinal, Singkirkan Brasil
Uji Coba Lalin Sekitar Bandara Husein Digelar Besok
Dokter Hewan Unair Banyuwangi Sukses Operasi Caesar Sapi
Keluarga Ngotot Ngontrak Tiga Generasi, Pemilik Pusing
Diet Jus Ekstrem 3 Bulan, Ginjal Wanita 56 Tahun Rusak
BPOM: Pemimpin Masa Depan Wajib Kuasai Cara Kerja Otak
CCTV Tangkap Pencuri Tas di Stasiun Tawang Semarang
Ronaldo, 41 Tahun, Masih Jadi Momok Spanyol