BPBD-PDAM Sumedang Siapkan Antisipasi Kekeringan
Gambar atau konten salah?
Musim kemarau mulai menyapa Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pemerintah setempat tidak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kekeringan yang biasanya datang bersamaan.
Inti dari persiapan ini adalah memperkuat kerja sama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dua lembaga ini menjadi ujung tombak penanganan krisis air bersih.
Hendar, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, bicara terus terang. Menurut dia, koordinasi antarinstansi adalah kunci utama. Tanpa itu, penanganan air bersih di berbagai wilayah bisa lambat dan tidak tepat sasaran.
"Begitu ada informasi mengenai kekeringan, langsung dilakukan koordinasi dengan PDAM. Kami harus terus memperkuat kolaborasi antar-stakeholder," kata Hendar pada Selasa, 07 Juli 2026.
BPBD sudah memetakan titik-titik rawan. Beberapa daerah masuk daftar prioritas. Mulai dari kawasan Sumedang Kota hingga Kecamatan Ujungjaya. Wilayah-wilayah ini memang sering mengalami krisis air setiap tahun.
"Daerah-daerah yang memang sering mengalami krisis air sudah kami petakan. Sekarang kondisinya juga lebih baik karena koordinasi yang cepat. PDAM selalu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa," jelas Hendar.
Kolaborasi ini diharapkan membuat distribusi bantuan air bersih lebih efisien. Pemerintah ingin respons cepat tetap terjaga. Kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh terganggu saat kemarau panjang melanda.
BPBD juga tidak hanya mengandalkan koordinasi. Mereka menyiapkan armada tangki air. Ini adalah bagian dari upaya darurat. Jika ada warga yang kesulitan air bersih, bantuan bisa langsung dikirim.
"BPBD juga menyiapkan dukungan armada tangki air sebagai bagian dari upaya penanganan darurat untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau," pungkas Hendar.
Selain itu, BPBD mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Koordinasi harus terus diperkuat sepanjang musim kemarau. Masyarakat diminta tetap tenang. Jika mulai kesulitan mendapatkan air bersih, jangan ragu melapor ke pihak berwenang.
Pada akhirnya, kesiapan menghadapi kemarau bukan hanya soal infrastruktur. Tapi juga soal komunikasi dan respons cepat antara pemerintah, PDAM, dan warga. Tanpa itu, bantuan bisa terlambat datang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
