BPH Migas Ubah QR Code BBM Subsidi Jadi Dinamis Keamanan
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, kasus pemalsuan QR Code untuk pengisian BBM subsidi—seperti Pertalite dan Solar—masih marak. Untuk menanggapi hal ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berencana memperbarui sistem QR Code menjadi dinamis.
Menurut Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, “QR Code ini sekarang kan statis, nanti akan (dibuat) dinamis. Dengan dinamis itu, tidak ada lagi potensi-potensi seperti ini (pemalsuan), duplikasi yang dikeluarkan atau dikembangkan oleh orang tertentu karena teknologi AI (Artificial Intelligence),” ia katakan. Ia menambahkan, “Nanti ada pinnya, ada macam‑macam, dan itu tidak bisa disalahgunakan,” menanggapi maraknya penyalahgunaan QR Code pembelian BBM subsidi.
Dengan QR Code yang dinamis, setiap kode akan berubah-ubah setiap saat. Hal ini membuat kode sulit dipalsukan. Wahyudi juga menjelaskan bahwa kecanggihan teknologi, termasuk AI, dapat meniru kendaraan hanya dengan memotret. Pelaku bisa membuat pelat nomor tertentu, mencetak STNK palsu, lalu mendaftarkannya ke aplikasi myPertamina.
Untuk membeli BBM subsidi, konsumen kini harus menunjukkan QR Code MyPertamina. Kode ini didapat saat mendaftarkan kendaraan di situs subsiditepat.mypertamina.id. Jika belum memiliki QR Code, pengguna Pertalite atau Solar harus mendaftar terlebih dahulu.
Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum mendaftar QR Code:
- Foto KTP pemilik, operator, atau pengemudi.
- Foto STNK kendaraan.
- Foto kendaraan dari sudut depan miring 45 derajat, pastikan nomor polisi terbaca dan jumlah roda jelas.
- Surat rekomendasi (hanya untuk konsumen non‑kendaraan).
Proses pendaftaran QR Code dibagi menjadi tiga tahap utama. Pertama, aktivasi email:
- Masuk ke subsiditepat.mypertamina.id dan pilih menu “Daftar Akun Baru”.
- Baca ketentuan pengguna BBM bersubsidi, centang pernyataan, lalu pilih “Daftar Sekarang”.
- Masukkan data diri: nama lengkap, NIK KTP, nomor telepon, alamat email, dan kata sandi.
- Centang pernyataan lagi, klik “Buat Akun”.
- Anda akan menerima link aktivasi email dalam waktu maksimal 1x24 jam.
- Buka email, klik tombol “Aktivasi Alamat Email”, lalu masuk kembali ke akun.
Setelah login, tahap kedua adalah verifikasi data diri:
- Masuk menggunakan NIK dan kata sandi.
- Pilih metode pengiriman OTP, bisa lewat email atau SMS. OTP SMS maksimal 3 kali per hari; jika batas tercapai, akan dikirim lewat email.
- Lengkapi data diri dan alamat sesuai form, pastikan foto KTP jelas.
- Periksa kembali semua data, klik “Verifikasi Data Diri”.
- Jika disetujui, Anda akan menerima email konfirmasi.
Langkah terakhir adalah verifikasi data kendaraan:
- Pilih menu BBM, kemudian “Unit Subsidi” dan klik “Tambah Unit”.
- Baca keterangan, klik “Oke, Saya Mengerti”.
- Siapkan data Nopol, foto STNK, dan foto kendaraan. Pastikan STNK asli, terbaca jelas, dan foto kendaraan menampilkan nomor polisi serta semua roda.
- Setelah mengunggah dokumen, buat PIN Klaim. Pilih angka mudah diingat.
- Klik “Submit Data Unit Kendaraan” dan tunggu proses pencocokan maksimal 14 hari kerja.
- Jika verifikasi berhasil, Anda akan menerima email konfirmasi atau dapat memeriksa status di situs.
- Setelah disetujui, QR Code dapat dilihat setelah memasukkan PIN Klaim.
QR Code yang sudah terdaftar dapat diunduh dan disimpan. Selanjutnya, konsumen dapat menggunakan kode tersebut saat bertransaksi di SPBU Pertamina.
Perubahan ke QR Code dinamis diharapkan dapat meminimalkan risiko pemalsuan, duplikasi, dan penyalahgunaan. Dengan sistem yang berubah setiap saat, pelaku tidak lagi dapat meniru kode atau membuat dokumen palsu. Penerapan teknologi AI dalam pembuatan STNK palsu juga menjadi perhatian, sehingga BPH Migas menegaskan perlunya verifikasi yang ketat. Proses pendaftaran yang melibatkan verifikasi data diri, kendaraan, dan PIN Klaim menambah lapisan keamanan, memastikan hanya kendaraan yang terdaftar yang dapat mengakses BBM subsidi.
Keseluruhan langkah ini menandai upaya pemerintah untuk menjaga integritas program subsidi BBM, sekaligus memanfaatkan teknologi digital guna memperkuat sistem distribusi bahan bakar. Dengan QR Code dinamis, potensi kebocoran dana dan penyalahgunaan diminimalkan, sehingga program subsidi dapat berjalan lebih transparan dan efisien.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Desa Jambi: Jejak Lisan Pasukan Sriwijaya di Nganjuk
Daihatsu Tumbuh 25% Penjualan 12.531 Unit pada 1 Mei 2026
Yann Diomande: Pemuda Pantai Gading Diincar Liverpool dan PSG
Harga Emas Antam Medan Naik Rp 2,770,000 per Gram di Medan
PHK Nasional 2026 Turun Setengah, Jawa Barat Paling Banyak
Baskin Robbins Cake Mini Es Krim, Diskon 50% Paylater
Jakarta Gelar Kualifikasi Junior Soccer World Challenge 2026
ESDM Evaluasi Skema Gross Split di Sektor Pertambangan
