Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China

Yuli S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China

Gambar atau konten salah?

Mobil-mobil buatan China kini semakin mendominasi pasar otomotif global. Pertumbuhan pesat produsen China ini membuat pabrikan Jepang, termasuk Toyota, harus berpikir keras untuk bertahan. Koji Sato, Wakil Chairman Toyota, menyatakan ada cara untuk melawan gempuran tersebut.

Menurut Sato, seluruh produsen mobil Jepang perlu bersatu menghadapi persaingan dari China. Ia mengusulkan standarisasi komponen tertentu di antara merek-merek yang saling bersaing. Tujuannya jelas: memangkas biaya produksi, meningkatkan efisiensi, dan mendorong inovasi. "Kecuali ada perubahan, kita tidak akan bertahan," ujar Sato seperti dikutip dari Automotive News.

Sato juga menjabat sebagai ketua asosiasi otomotif Jepang, JAMA. Ia menilai upaya membuat produksi mobil dan rantai pasokan suku cadang lebih efisien bisa menjadi salah satu langkah paling ambisius yang pernah dilakukan. Ia menyarankan standarisasi komponen seperti baja, rangkaian kabel, dan plastik di semua merek utama Jepang. Merek-merek itu termasuk Honda, Mazda, Mitsubishi, Nissan, Subaru, Suzuki, dan Toyota.

Dengan standarisasi, produsen bisa mengalihkan dana yang dihemat ke hal-hal yang benar-benar diinginkan pelanggan. Contohnya fitur perangkat lunak, sistem bantuan pengemudi, baterai yang lebih cepat diisi daya, dan beragam pilihan powertrain. Sato memberikan contoh nyata: saat ini pemasok memproduksi 70.000 varian berbeda dari rangkaian kabel saja. Jika distandardisasi, biaya produksi kemungkinan besar akan turun drastis.

Tekanan dari produsen China sudah terasa di berbagai wilayah. Di Eropa, pada bulan Mei, merek China untuk pertama kalinya melampaui penjualan mobil Jepang. Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa menunjukkan penjualan gabungan Geely Group, SAIC Motor, BYD, Chery Automobile, dan Leapmotor mencapai 138.140 unit. Sementara itu, Toyota, Suzuki, Honda, Nissan, Mazda, dan Mitsubishi secara gabungan hanya menjual 130.424 unit.

Angka-angka itu menunjukkan betapa seriusnya ancaman bagi industri otomotif Jepang. Standardisasi komponen yang diusulkan Sato bisa menjadi kunci untuk menekan biaya dan tetap kompetitif. Namun, tantangannya adalah menyatukan kepentingan dari berbagai merek yang selama ini bersaing ketat.

dominan Chinaotomotif Jepangstandardisasi komponenefisiensi produksipersaingan globalToyotainovasi

Komentar

Memuat komentar...