BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Mayoritas Produk Lokal

Andi B. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Mayoritas Produk Lokal

Gambar atau konten salah?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Hingga triwulan kedua tahun 2026, ada 14 produk yang teridentifikasi mengandung zat terlarang seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, dan pewarna merah K10.

Produk-produk ini tidak hanya berupa krim wajah. Ada juga body lotion, toner, tabir surya, eyeshadow, hingga pewarna kuku. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebutkan, pemakaian kosmetik semacam ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Mulai dari reaksi alergi, hingga risiko kanker dan gagal ginjal.

"Kami masih menerima cukup banyak laporan efek samping akibat penggunaan kosmetik berbahaya, terutama berupa reaksi alergi. Laporan paling banyak berasal dari DKI Jakarta hingga Jawa Timur," kata Taruna dalam konferensi pers pada Senin, 13 Juli 2026.

Dari 14 produk yang ditemukan, 11 di antaranya adalah produk lokal. Dua produk tidak memiliki izin edar, dan satu produk merupakan barang impor. Berikut daftar lengkapnya:

  • AF Ayuskin ID Night Cream Booster with DNA Salmon — mengandung asam retinoat, hidrokuinon, klobetasol propionat, dan mometason furoat
  • AL Latif Henna Kutek Ravishing Red — mengandung pewarna merah K10
  • FALLIN BEAUTY Bright and Glow Daily Sunscreen — mengandung merkuri
  • FALLIN BEAUTY Bright and Glow Night Repair Cream — mengandung merkuri
  • MALLVIRA SKIN Luxury White Body Serum — mengandung merkuri
  • RNC WBEAUTY Bodylotion Whitening Booster 10x Niacinamide — mengandung merkuri
  • SR SARASKIN Cosmetic Ultimate Whitening Night Cream — mengandung merkuri
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Night Cream — mengandung asam retinoat, hidrokuinon, dan klobetasol propionat
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Night Cream — mengandung merkuri
  • STK COSMETIC BY SARTIKA DEASY Premium Face Toner — mengandung merkuri
  • YANTIYNK Beauty Night Cream Whitening Acne — mengandung asam retinoat dan hidrokuinon
  • MARSHWILLOW Sugar Dust Eyeshadow Palette 803 — mengandung pewarna merah K10
  • CLARIDERM Astringent AHA + Licorice — mengandung hidrokuinon
  • GLOWING BEAUTY SKINCARE BY GLOWING BEAUTY Glowing Night Treatment — mengandung hidrokuinon

Setiap bahan berbahaya memiliki efek yang berbeda terhadap kesehatan. Taruna menjelaskan, merkuri bisa menyebabkan perubahan warna kulit, muncul bintik-bintik hitam, reaksi alergi, iritasi kulit, sakit kepala, diare, muntah-muntah, hingga risiko kerusakan ginjal.

Asam retinoat dapat membuat kulit kering dan terasa terbakar. Bahan ini juga berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyebabkan perubahan bentuk atau fungsi organ janin.

Hidrokuinon berisiko menimbulkan hiperpigmentasi, ochronosis, serta perubahan warna pada kornea mata dan kuku. Sementara klobetasol propionat bisa menyebabkan penipisan kulit, atopi kulit permanen, dan psoriasis pustula.

"Penggunaan klobetasol propionat dapat menyebabkan atrofi kulit dan berpotensi menyebabkan atopi kulit permanen serta psoriasis pustula," ujar Taruna.

Mometason furoat juga bisa menyebabkan penipisan kulit jika digunakan tanpa pengawasan. Sedangkan pewarna merah K10 bersifat karsinogenik. Zat ini meningkatkan risiko kanker, merusak hati, dan mengganggu sistem saraf serta otak.

Taruna mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kosmetik yang digunakan memiliki izin edar. Jangan mudah tergiur dengan klaim memutihkan kulit secara instan.

"Masyarakat juga dapat mengecek legalitas produk melalui aplikasi atau situs resmi BPOM sebelum membeli kosmetik," katanya.

Pengawasan BPOM menunjukkan bahwa produk berbahaya masih beredar, terutama di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Sebagian besar produk lokal, namun ada juga yang tanpa izin edar dan satu produk impor. Masyarakat perlu waspada terhadap klaim pemutihan instan dan selalu memeriksa izin edar sebelum membeli kosmetik.

BPOMkosmetik berbahayamerkurihidrokuinonasam retinoatizin edarkanker

Komentar

Memuat komentar...