5 Nasi Goreng Dunia, dari Omurice hingga Nanas
Gambar atau konten salah?
Nasi goreng adalah salah satu makanan Indonesia yang terkenal hingga ke luar negeri. Rasanya manis, gurih, dan sedikit berasap. Kecap manis membuatnya berbeda dari nasi goreng negara lain.
Di Indonesia, nasi goreng biasanya dibuat dari nasi putih yang ditumis dengan bawang, cabai, terasi, ayam atau udang. Disajikan dengan telur goreng, irisan mentimun, dan tomat segar. Tapi Indonesia bukan satu-satunya negara yang punya olahan nasi goreng khas.
Semua berawal dari tradisi masyarakat China yang memanfaatkan nasi sisa. Hidangan ini lalu menyebar ke berbagai penjuru dunia dan beradaptasi dengan bahan lokal. Hasilnya, lahirlah beragam nasi goreng dengan cita rasa unik yang menjadi favorit di negara asalnya.
Berikut lima nasi goreng dari berbagai negara, seperti dilansir dari Tasting Table (13 Juli 2026).
1. Omurice, Jepang
Di Jepang, nasi goreng berkembang menjadi omurice. Namanya gabungan dari omelet dan rice. Hidangan ini muncul antara tahun 1900 hingga 1922 sebagai pengaruh kuliner Barat di Jepang.
Nasi goreng berisi ayam dibungkus telur dadar yang masih lembut. Mudah dibelah dan bercampur dengan nasi. Omurice biasanya disajikan dengan saus tomat yang memberi rasa manis dan asam.
Sekarang variasinya makin beragam. Ada yang menggunakan daging sapi hingga babi. Omurice juga menginspirasi hidangan serupa di Taiwan dan Korea Selatan.
2. Sinangag, Filipina
Filipina punya sinangag, nasi goreng sederhana yang terkenal sebagai menu sarapan. Dibuat dari nasi putih yang ditumis dengan bawang putih dalam jumlah banyak, garam, dan merica. Biasanya disajikan dengan telur goreng.
Dalam bahasa Tagalog, sinangag berarti nasi goreng bawang putih. Meski identik sebagai sarapan, orang Filipina juga menikmatinya saat makan siang atau malam.
Sinangag sering dipadukan dengan lauk khas setempat seperti longanisa, tocino, ikan bandeng, hingga ayam adobo. Aroma bawang putih yang kuat menjadi ciri khas utamanya. Rasanya tetap lezat meski bumbunya sederhana.
3. Kimchi Bokkeumbap, Korea Selatan
Di Korea Selatan, nasi goreng kimchi atau kimchi bokkeumbap sangat populer. Hidangan ini memanfaatkan kimchi yang sudah matang sebagai bahan utama. Rasanya asam, pedas, dan gurih.
Selain nasi, isiannya biasanya terdiri dari bawang putih, daun bawang, lobak, cabai hijau, minyak wijen, dan telur goreng. Beberapa versi menambahkan daging ayam atau babi sesuai selera.
Kimchi bokkeumbap menjadi cara favorit orang Korea mengolah kimchi yang hampir kedaluwarsa. Kandungan probiotik pada kimchi membuat hidangan ini dikenal bergizi tinggi.
4. Arroz Chaufa, Peru
Perpaduan budaya China dan Peru melahirkan arroz chaufa. Ini adalah nasi goreng khas yang menjadi bagian penting dari kuliner fusion Tionghoa dan Peru, dikenal dengan nama Chifa.
Hidangan ini berkembang setelah gelombang imigran China datang ke Peru pada pertengahan abad ke-19. Mereka mulai mengolah bahan-bahan lokal.
Arroz chaufa dimasak menggunakan wajan besar. Campurannya terdiri dari telur orak-arik, paprika, daun bawang, bawang putih, jahe, kecap asin, minyak wijen, dan jintan yang memberi aroma rempah khas. Isiannya bisa ayam, daging babi, atau aneka seafood. Hingga kini, arroz chaufa hampir selalu tersedia di restoran Peru.
5. Khao Pad Sapparod, Thailand
Thailand, salah satu surga kuliner di Asia Tenggara, menghadirkan nasi goreng dengan sentuhan buah. Namanya khao pad sapparod atau pineapple fried rice.
Hidangan ini menggunakan potongan nanas yang memberi rasa manis segar dan aroma tropis. Nasi ditumis bersama udang, bawang putih, jahe, bubuk kari, ketumbar, kecap asin, minyak wijen, serta kaldu. Hasilnya adalah perpaduan rasa gurih dan manis yang seimbang.
Khao pad sapparod biasanya diberi taburan daun ketumbar segar untuk menambah aroma. Di banyak restoran Thailand, hidangan ini disajikan di dalam kulit nanas yang dibelah dua. Tampilannya jadi lebih menarik dan menggugah selera.
Dari kelima varian nasi goreng ini, semuanya lahir dari tradisi memanfaatkan nasi sisa yang kemudian beradaptasi dengan bahan dan selera lokal. Masing-masing punya ciri khas yang membuatnya unik, mulai dari omurice yang lembut di Jepang hingga sinangag yang harum bawang putih di Filipina.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000