Korsel Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas Perdana

Rudi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Korsel Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas Perdana

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan peringatan darurat gelombang panas untuk pertama kalinya. Peringatan ini keluar pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah suhu udara melonjak drastis. Ini adalah peringatan pertama yang dirilis di bawah sistem penilaian baru yang mulai berlaku tahun ini.

Otoritas setempat meminta masyarakat untuk menghentikan semua aktivitas di luar ruangan. Tujuannya jelas: mencegah korban jiwa. Sistem peringatan baru ini memang dirancang khusus untuk menghadapi gelombang panas di Korea Selatan. Belakangan, gelombang panas dinilai semakin panjang dan jauh lebih intens akibat perubahan iklim.

Suhu mencapai 39 derajat Celsius. Peringatan darurat baru dikeluarkan jika suatu wilayah diperkirakan mengalami suhu yang dirasakan mencapai 38 derajat Celsius. Atau, suhu aktual menyentuh 39 derajat Celsius selama satu hari penuh.

Kepala Badan Meteorologi Korea (KMA), Lee Mi-seon, menjelaskan situasinya. "KMA mengeluarkan Peringatan Gelombang Panas Darurat pada pukul 10 pagi hari ini untuk dua kota di selatan Provinsi Gyeongsang Utara, yaitu Gyeongsan dan Pohang," katanya. "Ini menandai pertama kalinya peringatan tersebut dikeluarkan sejak sistem baru ini berlaku," lanjut Lee.

Lee menegaskan status darurat ini bukan sekadar tanda cuaca sedang terik. Kondisinya jauh lebih berbahaya. "Ini menunjukkan kondisi ketika orang sehat sekalipun menghadapi peningkatan risiko bahaya serius yang signifikan, termasuk penyakit hingga risiko kematian akibat paparan panas ekstrem," tegasnya.

Bermalas-malasan di tempat teduh jadi pilihan terbaik. Melihat situasi yang mengkhawatirkan, warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau segera berhenti. Mereka harus mencari tempat berteduh yang sejuk.

Otoritas setempat juga mengingatkan dengan keras: jangan tinggalkan anak-anak atau hewan peliharaan di dalam kendaraan. Suhu di dalam mobil bisa melonjak mematikan dalam waktu singkat.

Saat ini, sebagian besar wilayah Korea Selatan, termasuk Seoul, masih berada di bawah bayang-bayang peringatan gelombang panas. Status ini dikeluarkan saat suhu yang dirasakan diprediksi bertahan di angka 35 derajat Celsius atau lebih tinggi selama dua hari berturut-turut.

Di lapangan, anak-anak di Seoul terlihat mencoba mendinginkan diri. Mereka berlari melewati pancuran air di Lapangan Gwanghwamun. Sementara itu, warga dewasa lebih memilih mencari perlindungan di pusat perbelanjaan atau mal yang sejuk.

Bumi makin mendidih akibat El Nino. Data KMA menunjukkan fakta mencengangkan. Jumlah rata-rata hari gelombang panas tahunan di Korea Selatan melonjak lebih dari dua kali lipat. Dalam lima tahun terakhir, angkanya mencapai 19 hari. Padahal di tahun 1970-an, hanya berkisar 8 hari.

Fenomena malam tropis juga meningkat drastis. Suhu malam hari tidak turun di bawah 25 derajat Celsius. Angkanya melonjak dari 4 menjadi 14 hari per tahun.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di Asia. Eropa sebelumnya juga dihantam musim panas yang membakar. Rekor suhu sepanjang masa pecah di Jerman, Polandia, hingga Inggris. Prancis bahkan mencatat lebih dari 2.000 kematian tambahan akibat gelombang panas ekstrem.

Para ilmuwan memperingatkan cuaca ekstrem ini dipicu perubahan iklim akibat ulah manusia. Kondisi ini diperparah dengan kembalinya fenomena alam El Nino. Fenomena ini memicu pemanasan suhu permukaan Samudra Pasifik, membuat suhu bumi terasa semakin mendidih.

Gelombang panas ekstrem di Korea Selatan menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan ancaman masa depan. Ini sudah terjadi sekarang. Sistem peringatan baru yang diluncurkan tahun ini menunjukkan pemerintah menganggap serius ancaman ini. Namun, data menunjukkan frekuensi dan intensitas gelombang panas terus meningkat dari dekade ke dekade.

gelombang panasperingatan daruratKorea Selatansuhu ekstremperubahan iklimEl Ninokesehatan

Komentar

Memuat komentar...