Inpres Gajah Disambut Positif IUCN
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026. Dokumen ini langsung mendapat sambutan positif dari komunitas konservasi internasional. Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, Heidi Riddle, menyebut langkah ini sebagai momen penting.
"Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Perlindungan Populasi Gajah merupakan tonggak penting bagi konservasi gajah di Indonesia dan memberikan sinyal yang sangat positif bagi komunitas konservasi gajah Asia," kata Heidi saat dihubungi di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
Ia menambahkan, konservasi gajah bukanlah pekerjaan yang mudah. Satwa dengan wilayah jelajah luas ini tidak bisa dilindungi hanya dengan mengandalkan satu pihak saja. Habitat gajah melintasi banyak batas administrasi dan sektor.
"Sebagai satwa dengan wilayah jelajah yang luas dan melintasi berbagai batas administrasi, kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor," jelas Heidi. Ia menyebut kerja sama itu tidak hanya mencakup pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, pendekatan whole of government yang tercermin dalam Inpres ini merupakan langkah yang sangat penting. Konservasi gajah Sumatera membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena habitat satwa ini melintasi berbagai batas administrasi dan sektor.
Heidi juga sempat berdiskusi langsung dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu, ia melihat adanya komitmen kuat dari menteri kehutanan untuk memperkuat perlindungan satwa langka tersebut.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada menteri kehutanan beserta Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya dalam melahirkan kebijakan penting ini," ujarnya.
Menurut Heidi, implementasi kebijakan ini memang membutuhkan waktu dan konsistensi. Namun, penerbitan Inpres tersebut telah memberikan landasan yang kuat untuk mempercepat perlindungan populasi gajah Sumatera di Indonesia.
Ia juga menegaskan, IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group akan terus mendukung Pemerintah Indonesia. Dukungan itu berupa pengalaman, pengetahuan ilmiah, dan keahlian dari para anggotanya yang tersebar di berbagai negara habitat gajah Asia.
Konservasi gajah Sumatera bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri. Satwa dengan wilayah jelajah luas ini membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak. Habitatnya melintasi berbagai batas administrasi dan sektor. Tidak hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pendekatan whole of government yang tercermin dalam Instruksi Presiden ini merupakan langkah yang sangat penting. Heidi menekankan bahwa konservasi gajah tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah. Namun, penerbitan Inpres ini telah memberikan sinyal yang sangat positif bagi komunitas konservasi gajah Asia.
Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu, Heidi sempat berdiskusi langsung dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pertemuan itu membahas tantangan konservasi gajah. Dari diskusi tersebut, Heidi melihat adanya komitmen kuat dari menteri kehutanan untuk memperkuat perlindungan satwa langka tersebut.
Heidi mengakui bahwa implementasi kebijakan ini membutuhkan waktu dan konsistensi. Namun, penerbitan Inpres telah memberikan landasan yang kuat untuk mempercepat perlindungan populasi gajah Sumatera di Indonesia.
IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group berjanji akan terus mendukung Pemerintah Indonesia. Dukungan itu berupa pengalaman, pengetahuan ilmiah, dan keahlian dari para anggotanya yang tersebar di berbagai negara habitat gajah Asia.
Gajah Sumatera adalah satwa dengan wilayah jelajah yang sangat luas. Habitatnya melintasi berbagai batas administrasi. Karena itu, kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor. Bukan hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pendekatan whole of government yang tercermin dalam Instruksi Presiden ini merupakan langkah yang sangat penting. Heidi menekankan bahwa konservasi gajah tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah. Namun, penerbitan Inpres ini telah memberikan landasan yang kuat untuk mempercepat perlindungan populasi gajah Sumatera di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu, Heidi sempat berdiskusi langsung dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pertemuan itu membahas tantangan konservasi gajah. Dari diskusi tersebut, Heidi melihat adanya komitmen kuat dari menteri kehutanan untuk memperkuat perlindungan satwa langka tersebut.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada menteri kehutanan beserta Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya dalam melahirkan kebijakan penting ini," ujarnya.
Heidi juga menegaskan bahwa IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group akan terus mendukung Pemerintah Indonesia. Dukungan itu berupa berbagai pengalaman, pengetahuan ilmiah, dan keahlian dari para anggotanya yang tersebar di berbagai negara habitat gajah Asia.
Penerbitan Inpres ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam membangun konservasi satwa liar berbasis kolaborasi lintas sektor. Konservasi gajah Sumatera membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak, karena habitat satwa tersebut melintasi berbagai batas administrasi dan sektor.
Gajah Sumatera adalah satwa dengan wilayah jelajah yang luas. Kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor. Bukan hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rekor Panas Barcelona: 40,5°C, Terpanas Seabad
Jendela Pesawat Ryanair Lepas di Udara
Wisatawan Diseruduk Bison di Yellowstone, Terlempar 2,4 Meter
Ribuan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi di Grebeg Sura
Penumpang Gugat United dan Delta karena Kursi Tanpa Jendela
Revisi Perpres Karbon Pulihkan Kepercayaan Investor
Berita Terbaru
Inpres Gajah Disambut Positif IUCN
Xbox Dikritik Mantan Bos Sony: Strategi Setengah Hati Gagal
MPLS Labschool 2026: Tanpa Bentakan, Lebih Ramah
Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS-Iran
6 Maskapai Siap Terbang dari Bandara Husein Bandung
Tiga Tersangka OTT KPK, Sukoharjo Tunjuk Plt
Kumpulan Doa Belajar Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Gapasdap Desak Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Masuk PSN
