BRIN Gandeng Modiva, Riset Antiperspiran Alami

Endah K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BRIN Gandeng Modiva, Riset Antiperspiran Alami

Gambar atau konten salah?

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menggandeng PT Modiva International. Keduanya sepakat mengembangkan hasil riset antiperspiran dari bahan alami.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, bersama Direktur PT Modiva International, Wilson Wunandar. Inovasi bernama Phyto Alun dan Cyto Tanin Responsive Complex disebut-sebut memiliki potensi besar sebagai bahan antiperspiran alami.

Mulyadi Sinung Harjono, Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, mengatakan kekayaan sumber daya alam Indonesia bisa jadi modal utama. Dengan memanfaatkan bahan alami, industri dalam negeri bisa menghasilkan produk yang berbeda dari pesaing global.

"Pengembangan bahan alami tersebut menjadi peluang bagi industri nasional untuk menghasilkan produk dengan keunggulan berbasis sumber daya yang berbeda dari produk industri asing. Namun, proses pengembangannya memerlukan sejumlah tahapan riset, pengujian, dan hilirisasi yang perlu dilakukan melalui kolaborasi," kata Sinung dalam keterangan tertulis pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Dalam kerja sama ini, BRIN bertanggung jawab pada riset dan pengujian. Sementara mitra industri diharapkan mendukung proses hilirisasi agar hasil riset benar-benar bisa sampai ke pasar dan digunakan masyarakat.

"Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pengembangan antiperspiran, tetapi dapat diperluas secara bertahap ke inovasi lainnya sehingga memberikan manfaat bagi kedua pihak dan mendukung kemajuan industri manufaktur nasional," ujarnya.

Wilson Wunandar melihat kemajuan sebuah negara ditentukan oleh kemampuannya berinovasi. Riset dan kolaborasi adalah kuncinya. Menurutnya, kerja sama dengan BRIN adalah langkah strategis. Produk berbasis kekayaan alam Indonesia punya masa depan cerah.

Wilson menyebut kerja sama ini akan fokus meneliti bahan alami untuk produk perawatan tubuh — terutama deodoran dan antiperspiran. Indonesia, katanya, punya potensi besar untuk menghasilkan bahan alami yang aman, efektif, dan mampu bersaing di level global.

Ia juga menyinggung pengalaman produk lokal Diorex. Produk ini berhasil meraih peringkat pertama sebagai top brand. Itulah yang jadi motivasi untuk terus mengembangkan produk lewat riset dan ilmu pengetahuan.

"Pasar deodoran dan antiperspiran global diperkirakan mencapai sekitar US$ 30 miliar dan masih didominasi bahan sintetis. Karena itu, pengembangan bahan alami Indonesia memiliki peluang besar untuk menghadirkan produk yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi pasar dunia," ujar Wilson.

Kerja sama ini adalah upaya konkret menjembatani riset dengan kebutuhan industri. Melibatkan pihak swasta sejak tahap awal adalah langkah yang memungkinkan inovasi tidak mandek di laboratorium. Pasar antiperspiran global yang bernilai miliaran dolar AS sebagian besar masih didominasi bahan sintetis, sehingga peluang untuk bahan alami dari Indonesia cukup terbuka lebar.

BRINantiperspiranbahan alamiPT Modiva InternationalPhyto AlunCyto Tanin Responsive Complexhilirisasi

Komentar

Memuat komentar...