Prabowo Canangkan Bursa Mineral RI, Target Beroperasi 2027

Sari D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Canangkan Bursa Mineral RI, Target Beroperasi 2027

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Pernyataan ini disampaikan dalam Pidato Tahunan di hadapan DPR. Bursa ini akan dikembangkan bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Target operasional Bursa Mineral ditetapkan pada 1 Januari 2027. Saat ini, persiapan sedang berjalan, mencakup pembentukan institusi bursa dan penyusunan dasar hukumnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bocoran nama bursa tersebut. Kemungkinan besar akan disebut Indonesia Commodity Exchange (Icomex). "Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 17 Agustus 2026.

Perlu diketahui, Indonesia sudah memiliki Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). ICDX adalah bursa formal swasta yang beroperasi sejak tahun 2009. Fungsinya memfasilitasi perdagangan kontrak berjangka komoditas dan produk derivatif.

Ketika ditanya apakah ICDX akan diintegrasikan ke dalam Bursa Mineral, Prasetyo tidak memberikan jawaban pasti. Ia menekankan bahwa Bursa Mineral—yang kemungkinan bernama Icomex—bertujuan memberikan kedaulatan atas komoditas unggulan Indonesia.

"Makanya ini sedang proses untuk nanti diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagainya, tidak. Tapi intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan nggak," kata Prasetyo.

Ia menambahkan, "Nanti kita lihat ininya, bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri." Pernyataan ini merujuk pada kemungkinan ICDX bergabung atau tetap berdiri sendiri di luar Icomex.

Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis merupakan amanat dari UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Prasetyo juga menyebut beberapa komoditas kritis yang dipertimbangkan masuk bursa. Contohnya adalah olahan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan nikel. Namun, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan secara resmi komoditas apa saja yang akan dimasukkan.

"Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar Prasetyo.

Singkatnya, bursa ini masih dalam tahap persiapan. Nama, komoditas, dan struktur integrasinya dengan ICDX belum final. Target operasional masih sekitar dua tahun dari sekarang. Informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah semua proses selesai.

Bursa MineralPrabowo SubiantoKomoditas StrategisIcomexICDXCPONikel

Komentar

Memuat komentar...