BRT Mebidang: 2.886 Pohon Dilebur, Jalan Lebih Cepat 2026

Ningsih R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
BRT Mebidang: 2.886 Pohon Dilebur, Jalan Lebih Cepat 2026

Gambar atau konten salah?

Di beberapa ruas jalan di Kota Medan, pemerintah telah menebang 2.886 pohon untuk membuka jalur BRT Medan‑BinjaiDeli Serdang (Mebidang). Penebangan ini merupakan bagian dari persiapan infrastruktur yang akan memudahkan pergerakan warga antar kota. Langkah ini diambil di tengah upaya memperbaiki kemacetan di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Medan, Irsan Idris Nasution, penebangan pohon ini dilakukan dalam rangka pembangunan BRT yang dijadwalkan mulai 2026. Ia menjelaskan, “Dalam rangka pembangunan BRT di Kota Medan tahun 2026, salah satu prioritas kita adalah penebangan pohon lebih kurang 2.886 pohon. Dalam proses pembangunannya kami menyadari bahwa saat proses konstruksi BRT Metropolitan akan menyebabkan kemacetan, baik dari wilayah Deli Serdang maupun dari wilayah Kota Binjai.”

Irsan menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mengamankan proses penebangan di berbagai lokasi. Ia mengimbau warga Medan, Binjai dan Deli Serdang untuk memahami kondisi yang terjadi. Ia berkata, “Kami mohon untuk warga yang bermukim di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai supaya mengetahui dan dapat memahami kondisi yang akan terjadi apabila pembangunan BRT ini akan dilaksanakan.”

Proyek BRT Mebidang akan menghubungkan Kota Medan, Binjai dan Kabupaten Deli Serdang dengan 273 unit bus. Armada ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2027. Pembangunan ini didukung oleh pemerintah pusat dan melibatkan lima paket pekerjaan yang sudah berjalan di lapangan. Sistem BRT dirancang dengan jalur khusus, halte di berbagai titik, serta waktu tunggu sekitar 15 menit per perjalanan. Jalur BRT akan menempuh jarak sekitar 30 kilometer, menghubungkan titik-titik strategis di kota dan sekitarnya.

Wali Kota Medan, Rico Waas, menekankan bahwa BRT bukan sekadar infrastruktur, melainkan juga upaya mengubah pola transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang nyaman dan modern. Ia menegaskan, “Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai. Kepastian waktu sangat penting agar warga paham apa yang sedang diupayakan pemerintah pusat maupun Pemkot Medan untuk mengurai kemacetan.”

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menyebut BRT sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dijalankan di dua kota, yakni Medan dan Bandung. Ia menambahkan, “Dengan dukungan pembiayaan dari Bank Dunia dan target penyelesaian pada Juni 2027,”. Ia juga menjelaskan, “Sistem ini akan dilengkapi jalur khusus di sebagian besar koridor, halte di berbagai titik, dukungan armada hingga 273 unit bus dengan waktu tunggu sekitar 15 menit.”

Keseluruhan proyek ini bertujuan memperlancar transportasi publik dan mengurangi kemacetan di wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Meskipun penebangan pohon menimbulkan kontroversi, pihak berwenang menekankan pentingnya dukungan warga dan transparansi mengenai jadwal serta manfaat jangka panjang dari BRT Mebidang. Dukungan masyarakat akan mempermudah penyusunan rencana operasional dan pemeliharaan koridor.

BRT Medan-Binjai-Deli SerdangPenebangan pohonKemacetanArmada 273 unitJalur khususProyek strategis nasionalBank Dunia

Komentar

Memuat komentar...