Bruno Fernandes: Kunci Manchester United, Rutinitas Napping
Gambar atau konten salah?
Bruno Fernandes menjadi pemain kunci bagi Manchester United musim ini. Ia hampir tidak pernah absen, jarang terlihat lelah, dan tetap aktif dari menit pertama hingga peluit panjang. Menurut data Transfermarkt, Bruno tampil 32 kali di Liga Inggris, mencatat 2.798 menit bermain, 8 gol, dan 19 assist.
Di lapangan, Bruno dikenal sebagai kapten sekaligus pemain disiplin. Ia mengatur transisi antara bertahan dan menyerang dengan presisi, seolah memiliki paru‑paru tiga. Gaya bermainnya menuntut stamina tinggi, dan ia terus memaksimalkan kemampuan fisik serta teknik.
“Saya rasa saya tidak punya rahasia, tapi saya berlatih seperti rekan‑rekan setim saya. Saya mencoba melakukan beberapa latihan di luar lapangan, di gym, bersama Charlie Owen, pelatih kebugaran, dan semua staf, Ed Leng, kepala ilmuwan olahraga juga,” kata Bruno, dikutip dari laman resmi MU, Senin, 4 Mei 2025. “Jadi saya melakukan beberapa hal di gym, saya suka melakukan banyak latihan penyelesaian akhir di akhir latihan, melakukan beberapa tembakan, beberapa tendangan bebas, beberapa penalti, beberapa dari semuanya, karena saya pikir ketika Anda berlatih dalam situasi seperti ini, Anda bisa menjadi lebih baik jika Anda berlatih setiap hari,” sambungnya.
Untuk menjaga kebugaran, Bruno memiliki rutinitas tidur siang. “Entahlah, mungkin tidur siangku!” jawabnya ketika ditanya rahasianya menjelang 300 laga bersama Setan Merah. “Karena setiap orang berbeda, setiap orang memiliki cara istirahat, pemulihan, dan segalanya yang berbeda. Anda hanya perlu menemukan hal‑hal yang tepat yang membuat Anda siap untuk segalanya,” katanya.
Studi tahun 2021 berjudul “The impact of daytime napping on athletic performance” menunjukkan bahwa tidur siang dapat membantu pemulihan efektif bagi atlet. Penelitian menegaskan bahwa tidur siang jangka panjang (>35‑90 menit) memberi manfaat lebih dibandingkan tidur siang singkat (20‑30 menit). Selain itu, tidur siang dapat meningkatkan kinerja olahraga dan kognitif, serta mempengaruhi persepsi atlet.
Ketertarikan Bruno pada sepak bola sejak kecil juga memotivasi dedikasinya. “Saat masih kecil, aku biasa bermain sepak bola dan ibuku biasa bilang aku bermain sepak bola 24/7. Aku tidak berbeda, anak kecil itu masih ada di dalam diriku, mimpi itu masih ada di dalam diriku, aku ingin sekali bermain sepak bola dan selalu ada bola di sisiku dan di kakiku. Itu selalu ada, jadi mungkin itu penyebabnya,” kata Bruno.
Dengan kombinasi latihan intensif, kebiasaan tidur siang, dan semangat yang tak pernah padam, Bruno terus menjadi tulang punggung Manchester United. Ia menunjukkan bahwa konsistensi dan kebiasaan sehat dapat memperkuat performa di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Messi Pecahkan Rekor 18 Gol di Piala Dunia
Pemain Kanada hisap 'peluit hijau' saat patah kaki, apa itu Penthrox?
Pemain Kanada Tertangkap Hisap "Peluit Hijau" Pereda Nyeri
Wasit Piala Dunia Kram Kaki, Pemain AS Bantu di Lapangan
Pemula Maraton Rentan Rhabdomyolysis, Dokter: Pemanasan Bertahap Kunci Utama
Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
