BSI Siap Buka Cabang di Arab Saudi, Dekatkan Layanan ke Jemaah
Gambar atau konten salah?
Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai BSI, terus mempersiapkan segala hal untuk membuka kantor cabangnya di luar negeri, tepatnya di Kerajaan Arab Saudi. Langkah besar ini bukan sekadar ekspansi biasa. Ini adalah bagian dari tekad BSI untuk memberikan layanan keuangan syariah yang menyambung langsung dari Indonesia ke Tanah Suci, sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra utama dalam ekosistem haji dan umrah.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa kehadiran yang lebih kuat di Arab Saudi adalah bagian dari rencana jangka panjang perusahaan. Rencana ini bertujuan untuk membangun hubungan layanan keuangan syariah yang bisa melewati batas negara, sehingga mampu menjawab semua kebutuhan nasabah secara menyeluruh.
"Arab Saudi adalah pusat dari ekosistem haji dan umrah dunia. Tempat ini memiliki arti yang sangat penting bagi BSI. Kehadiran kami di sana adalah bukti nyata komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat. Kami ingin menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah dari awal hingga akhir, mulai dari persiapan di Indonesia sampai aktivitas selama di Tanah Suci," kata Wisnu dalam keterangan resminya pada Senin, 22 Juni 2026.
BSI sudah mendapatkan persetujuan awal dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi, yaitu Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA), untuk membuka Kantor Cabang Luar Negeri pada tahun 2024. Wisnu menambahkan, persiapan operasional yang sedang dilakukan saat ini tidak hanya soal membangun infrastruktur dan mematuhi aturan. Lebih dari itu, BSI juga memperkuat kemampuan layanannya agar bisa memberikan pengalaman transaksi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan para jemaah.
"Kami terus menyempurnakan semua aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses pembukaan layanan BSI di Arab Saudi. Dengan dukungan dari semua pemangku kepentingan, kami berharap kehadiran BSI bisa segera memberikan manfaat nyata bagi jemaah haji, jemaah umrah, dan diaspora Indonesia. Kami juga berharap ini bisa memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi," tambahnya.
Kehadiran BSI di Arab Saudi diharapkan tidak hanya memperluas jaringan internasional perusahaan. Ini juga diharapkan menjadi pondasi penting untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang lebih dekat, lebih mudah diakses, dan bernilai tambah bagi jemaah haji dan umrah, diaspora Indonesia, pelaku usaha, dan semua pihak yang berkepentingan dalam ekosistem ekonomi syariah.
Prospek pengembangan layanan di Arab Saudi didukung oleh basis nasabah yang sangat kuat. Setiap tahun, Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu jemaah haji. Dari jumlah itu, sekitar 170 ribu orang atau 83 persennya adalah nasabah BSI. Di segmen umrah, berdasarkan data Siskopatuh tahun 2025, sebanyak 1,6 juta orang Indonesia melaksanakan ibadah umrah. Sekitar 84 persen dari mereka memanfaatkan layanan BSI. Angka-angka ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan masyarakat dan sekaligus menegaskan posisi BSI sebagai pemimpin dalam ekosistem keuangan syariah untuk haji dan umrah.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan pada musim haji 2026, BSI juga mempererat kerja sama dengan BPKH Limited. BPKH Limited adalah mitra strategis di Arab Saudi. Bersama mereka, BSI menghadirkan booth layanan di beberapa titik strategis di Makkah dan Jeddah. Kehadiran BSI di booth ini bertujuan untuk memberikan informasi, edukasi, dan pendampingan kepada jemaah Indonesia. Selain itu, booth ini juga memperkenalkan berbagai solusi layanan keuangan syariah yang mendukung kebutuhan jemaah di Tanah Suci.
BSI juga meluncurkan inisiatif yang disebut 'Peduli Lansia'. Inisiatif ini menyediakan stiker khusus bagi jemaah yang sudah lanjut usia. Stiker ini adalah simbol kepedulian dan upaya untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif. Program ini melengkapi komitmen BSI dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan ibadah, terutama bagi kelompok jemaah yang membutuhkan perhatian lebih.
Dengan memperkuat kehadirannya di Arab Saudi, BSI tidak hanya sekadar memperluas ekspansi bisnis internasional. Langkah ini juga membangun fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam di dunia. Ini adalah bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan, memperkuat daya saing industri keuangan syariah nasional, dan mendukung Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global.
Singkatnya, langkah BSI ke Arab Saudi bukan hanya soal membuka cabang baru di luar negeri. Ini adalah upaya untuk mendekatkan layanan perbankan syariah kepada jutaan jemaah Indonesia yang setiap tahunnya berangkat ke Tanah Suci. Dengan basis nasabah yang sudah sangat besar di segmen haji dan umrah, ekspansi ini terlihat seperti langkah logis untuk memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah pilihan utama bagi masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah. Kehadiran fisik di Arab Saudi memungkinkan BSI untuk memberikan layanan langsung di tempat, bukan hanya dari jarak jauh. Ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para jemaah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bank Mega Syariah Optimis Pembiayaan Tembus Rp5,7 Triliun
Menkeu: Indonesia Disorot Soal Defisit di Bawah 3%, Padahal Negara Lain Lebih Besar
Danantara Gelar Forum Strategis, Dorong Sinergi Pemerintah-Swasta
Tujuh BUMN Logistik Bersatu di Bawah Pos Indonesia per Juli 2026
Dua Emiten Baru Siap IPO di Awal Juli 2026
IHSG Anjlok 1,25%, Nyaris Tinggalkan Level 6.000
Berita Terbaru
BSI Siap Buka Cabang di Arab Saudi, Dekatkan Layanan ke Jemaah
Ratusan Massa "Rakyat Surabaya Menggugat" Tutup Jalan Depan Grahadi
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
PGN siap tambah pasokan gas dari stranded field Sengeti
Balita Ibas Terseret Gorong-Gorong Saat Hujan Deras, Belum Ditemukan
DPRD Ungkap 14 Temuan BPK, Pemkot Parepare Didorong Tindak Lanjuti
Studi UMI: Aplikasi AI Jenni Speak Bikin Mahasiswa Makin Lancar Bahasa Inggris
Beasiswa Olahraga 2026 Dibuka, Dua Jalur Siap Tampung Atlet