Ratusan Massa "Rakyat Surabaya Menggugat" Tutup Jalan Depan Grahadi
Gambar atau konten salah?
Sekelompok orang yang menyebut diri mereka sebagai Rakyat Surabaya Menggugat mulai berkumpul di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Tempatnya persis di depan Gedung Negara Grahadi. Akibat aksi ini, jalan tersebut ditutup untuk kendaraan bermotor.
Sekitar pukul 15.20 WIB, kurang lebih 200 orang dari kelompok Rakyat Surabaya Menggugat sudah tiba di lokasi. Mereka datang dari berbagai kalangan. Ada dari kelompok masyarakat sipil dan juga mahasiswa yang berasal dari beberapa universitas di Surabaya.
Karena jalan utama ditutup, pengendara sepeda motor dan mobil dialihkan. Mereka diarahkan untuk melewati Jalan Taman Apsari dan Jalan Simpang Dukuh. Polisi lalu lintas sudah berada di lokasi untuk mengatur arus kendaraan.
Salah satu orator dalam aksi ini adalah Wa Ode Maghfiroh, yang menjabat sebagai Presiden BEM Unitomo. Dalam pidatonya, dia menyoroti program makan bergizi gratis (MBG). Menurutnya, program ini justru dianggap lebih penting daripada anggaran pendidikan.
"Pendidikan itu prioritas utama, bukan MBG. Kita lihat kepala BGN jadi tersangka. Saya Presiden BEM Unitomo, Prabowo Gibran harus turun," ujar Wa Ode Maghfiroh saat berorasi pada Senin, 22 Juni 2026.
Aksi ini membawa sembilan tuntutan. Isinya antara lain soal kondisi sosial ekonomi rakyat yang dinilai semakin buruk. Juga soal menurunnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah.
Sebelum sampai ke depan Grahadi, para peserta aksi melakukan long march. Mereka mulai berjalan dari Taman Bambu Runcing di Surabaya. Sementara itu, ratusan aparat kepolisian sudah berjaga-jaga di sekitar Gedung Negara Grahadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Intinya, aksi ini menunjukkan bahwa ada sekelompok masyarakat dan mahasiswa yang merasa prioritas pemerintah saat ini tidak tepat. Mereka menilai program MBG mengalahkan kebutuhan utama, yaitu pendidikan dan perbaikan ekonomi rakyat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
