BTN Raih Laba Rp1,85 Triliun, Naik 54% hingga Mei 2026

Surya B. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BTN Raih Laba Rp1,85 Triliun, Naik 54% hingga Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Perbankan di Indonesia terus bergerak cepat dalam mengubah bisnis korporasi dan komersial mereka. BTN, misalnya, mempercepat transformasi ini dengan memperkuat layanan korporasi berbasis digital, mengembangkan bisnis yang digerakkan oleh ekosistem, dan memperluas kerja sama dengan berbagai sektor penting.

Helmy Afrisa Nugroho, Direktur Corporate Banking BTN, menyatakan bahwa bank ingin menjadi lebih dari sekadar penyedia pembiayaan rumah. "BTN ingin hadir tidak hanya sebagai bank pembiayaan rumah, tetapi juga sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional," katanya dalam siaran pers pada Selasa, 07 Juli 2026.

Menurut Helmy, pendekatan ekosistem adalah kunci transformasi BTN. Dengan basis nasabah yang kuat di sektor perumahan, bank memiliki peluang besar untuk menawarkan layanan yang lebih luas. Layanan ini mencakup solusi pembiayaan, manajemen kas, perbankan transaksi, pembiayaan rantai pasok, dan layanan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah modern. "Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Karena itu, BTN terus memperkuat kapabilitas corporate dan commercial banking agar mampu mendukung pertumbuhan ekosistem tersebut secara lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing," ujar Helmy.

Transformasi ini membuahkan hasil. Hingga Mei 2026, BTN mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun. Angka ini naik 54,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,19 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari rata-rata kenaikan laba bank umum nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan laba bersih perbankan nasional hanya tumbuh 4,96% secara tahunan per Mei 2026.

Kinerja BTN juga didorong oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang kuat. Total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 9,97% dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp366,52 triliun. Sementara itu, total dana pihak ketiga konsolidasi BTN tercatat Rp433,95 triliun. Jumlah ini meningkat 9,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp397,78 triliun. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga BTN juga melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Secara nasional, kredit tumbuh 8,62% dan dana pihak ketiga tumbuh 4,29% per Mei 2026.

Ke depan, BTN berkomitmen melanjutkan transformasi secara disiplin. Fokusnya adalah memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, memperluas layanan berbasis ekosistem, mempercepat digitalisasi dan otomasi, serta menjaga kualitas pertumbuhan melalui manajemen risiko yang hati-hati. Dengan dukungan Danantara Indonesia, BTN optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Pengakuan atas transformasi BTN datang dari ajang penghargaan internasional Asian Banking & Finance Awards 2026 di Singapura. BTN meraih lima penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut adalah Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year, Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year, Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year, Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year, dan Ecosystem Initiative of the Year - Indonesia.

Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN, mengatakan bahwa lima penghargaan ini menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan transformasi BTN yang semakin menyeluruh. Menurutnya, BTN tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi didukung oleh tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses, dan prinsip keberlanjutan yang semakin kuat. "Transformasi BTN saat ini bergerak lebih menyeluruh. Kami tetap memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, namun pada saat yang sama juga memperluas peran BTN sebagai penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem. Sejalan dengan arahan Danantara, BTN terus memperkuat digitalisasi, otomasi proses, tata kelola, manajemen risiko, dan ESG agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan sehat, prudent, dan berkelanjutan," ujar Setiyo di Jakarta pada Senin, 06 Juli 2026.

Setiyo menambahkan, pengakuan internasional terhadap transformasi BTN juga terlihat dari pencapaian bank sebagai yang pertama di Indonesia memperoleh MSCI ESG Rating AA. Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan kinerja finansial yang solid, tetapi juga diakui dari sisi lingkungan, sosial, dan tata kelola di tingkat global. "Pencapaian MSCI ESG Rating AA menjadi validasi bahwa transformasi BTN berjalan pada jalur yang benar. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar agenda tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko. BTN ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami dorong, baik di sektor perumahan maupun ekosistem yang lebih luas, tetap menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional," ujar Setiyo.

Transformasi BTN menunjukkan pergeseran dari bank yang hanya fokus pada pembiayaan perumahan menjadi mitra keuangan yang lebih luas. Pertumbuhan laba dan kredit yang melampaui rata-rata industri, serta pengakuan internasional, mengindikasikan bahwa strategi berbasis ekosistem dan digitalisasi mulai membuahkan hasil. Fokus pada tata kelola dan keberlanjutan juga menjadi fondasi yang memperkuat posisi bank di masa depan.

transformasi BTNperbankan digitalekosistem perumahankinerja keuanganpenghargaan internasionalMSCI ESG Ratingmanajemen risiko

Komentar

Memuat komentar...