Bupati Purwakarta Dipanggil Kemendagri Imbas Lagu Seksis

Agus P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bupati Purwakarta Dipanggil Kemendagri Imbas Lagu Seksis

Gambar atau konten salah?

Lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejat" yang diciptakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, kini menjadi pusat perhatian publik. Lirik lagu ini dianggap seksis dan dinilai melecehkan kaum perempuan. Akibatnya, gelombang kecaman datang dari berbagai kalangan, bahkan hingga somasi dilayangkan.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya angkat bicara. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam. Polemik ini sudah masuk ke meja internal kementerian untuk dibahas lebih lanjut. "Kemendagri mengetahui dan mengikuti pemberitaan tersebut dari hasil monitoring media. Atas hal tersebut sudah dilakukan pembahasan secara internal," kata Benny saat dihubungi pada Jumat, 03 Juli 2026.

Langkah selanjutnya, Om Zein akan dipanggil ke Jakarta. Panggilan resmi itu bertujuan untuk meminta klarifikasi langsung dari sang bupati terkait lagu yang ia ciptakan. "Sebagai tindak lanjut, sesuai aturan, maka dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi. Hasil permintaan keterangan atau klarifikasi akan menentukan langkah pembinaan selanjutnya," ujar Benny.

Pemanggilan ini dijadwalkan dalam waktu dekat. "Kita tunggu dalam satu, dua hari ini, ya," imbuhnya. Pemerintah pusat akan menilai apakah ada pelanggaran yang dilakukan Om Zein. Jika terbukti, sanksi atau pembinaan bisa saja diberikan.

Sementara itu, desakan publik yang terus mengalir membuat Saepul Bahri Binzein akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Om Zein mengaku tidak bermaksud merendahkan perempuan. Ia menjelaskan bahwa lagu dan video tersebut sebenarnya dibuat pada tahun 2020, jauh sebelum ia menjabat sebagai bupati.

"Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu, saya nakal dan bersyukur tuhan menciptakan saya jadi lelaki, mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri," ujar Bupati Purwakarta saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik pada Rabu, 01 Juli 2026.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Om Zein telah menghapus lagu kontroversial tersebut dari seluruh platform media sosial pribadinya. Langkah ini diambil untuk meredakan kemarahan publik yang meluas.

Lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejat" bukan sekadar karya seni biasa. Karena diciptakan oleh seorang kepala daerah, liriknya langsung mendapat sorotan tajam. Polemik ini menunjukkan bagaimana karya pribadi seorang pejabat publik bisa berdampak luas pada citra dan kebijakannya. Kemendagri kini harus memutuskan apakah tindakan Om Zein melanggar aturan atau cukup dengan permintaan maaf dan penghapusan konten.

lagu kontroversialBupati PurwakartaOm Zeinpelecehan perempuanKemendagripemanggilan klarifikasipermintaan maafsomasi

Komentar

Memuat komentar...