Bupati Sidoarjo Peringatkan Kontraktor: Tepat Waktu atau Kena Denda

Dian P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bupati Sidoarjo Peringatkan Kontraktor: Tepat Waktu atau Kena Denda

Gambar atau konten salah?

Bupati Sidoarjo, Subandi, memberikan peringatan tegas kepada semua kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah. Beliau meminta agar setiap pekerjaan diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Subandi tidak ingin lagi ada proyek yang mengalami keterlambatan atau kualitasnya tidak sesuai harapan.

Menurut Subandi, berbagai masalah seperti keterlambatan dan penyimpangan proyek yang pernah terjadi harus dijadikan bahan evaluasi bersama. Ia menekankan bahwa semua pihak yang terlibat harus menjaga kualitas pekerjaan, karena pembangunan dilakukan menggunakan uang rakyat. "Kita ingin berbenah. Kita koreksi persoalannya sampai di mana. Ke depan kontraktor harus bekerja tepat waktu dan mutunya harus bagus," ujar Subandi pada Senin, 22 Juni 2026.

Subandi menegaskan bahwa perbaikan tata kelola proyek menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek harus diperkuat sejak awal agar potensi masalah di lapangan bisa dicegah. Ia secara khusus meminta para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lebih aktif mengawasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka. Hal ini juga sejalan dengan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Subandi menilai bahwa proyek yang terlambat hingga akhirnya terkena denda menunjukkan adanya proses yang tidak berjalan dengan semestinya. "Kepada para PPK saya minta betul-betul melakukan pengawasan. Kalau ada keterlambatan harus segera ditindaklanjuti. Saya tidak suka pekerjaan sampai terkena denda karena molor karena itu menunjukkan ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Tidak hanya soal pengawasan administrasi, Subandi juga meminta PPK dan konsultan pengawas untuk turun langsung ke lapangan. Mereka harus memastikan bahwa progres pekerjaan sesuai dengan kontrak dan spesifikasi teknis. Menurutnya, kualitas pembangunan di Sidoarjo sangat bergantung pada komitmen semua pihak yang terlibat. "Kalau ada pekerjaan yang tidak bagus harus diberikan catatan. Pengawasan harus dilakukan secara ketat karena baik buruknya pembangunan Sidoarjo tergantung pada komitmen kita bersama," ujarnya.

Selain menekankan kualitas pekerjaan, Subandi juga mendorong keterlibatan kontraktor lokal dalam pembangunan daerah. Ia berharap paket-paket pekerjaan yang nilainya masih bisa dikerjakan oleh pelaku usaha lokal dapat diprioritaskan untuk kontraktor asal Sidoarjo. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari proyek tersebut bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. "Kita ingin perputaran ekonomi terjadi di Sidoarjo. Kalau pekerjaan itu mampu dikerjakan kontraktor Sidoarjo, kita upayakan dikerjakan oleh kontraktor Sidoarjo sehingga daerah juga mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi dan pajaknya," tuturnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig, menyampaikan bahwa untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan 93 paket tender. Total pagu anggaran untuk semua paket tersebut mencapai Rp 290,3 miliar. Hingga Batch 2, proses tender sudah mencakup 70 paket dengan nilai pagu sekitar Rp 234,25 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak sekitar Rp 108,5 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak. Paket-paket pekerjaan itu terdiri dari 20 paket di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tiga paket di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air, satu paket di Dinas Kesehatan, serta satu paket di Badan Kepegawaian Daerah.

Beberapa proyek strategis yang akan segera dikerjakan antara lain pembangunan RSUD Sedati senilai Rp 42,6 miliar, peningkatan Jalan Blurukidul (Lingkar Timur)-Sidoklumpuk senilai Rp 21,65 miliar, peningkatan Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan senilai Rp 18,07 miliar, serta peningkatan Jalan Tambakcemandi-Tambakoso senilai Rp 10,96 miliar. Selain itu, ada juga 20 paket rehabilitasi gedung SD dan SMP dengan total nilai Rp 14,46 miliar yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo, serta rehabilitasi gedung kantor senilai Rp 771,84 juta.

Peringatan dari Bupati Subandi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana. Dengan melibatkan kontraktor lokal, diharapkan perekonomian di Sidoarjo bisa semakin berputar dan memberikan manfaat langsung bagi warganya.

peringatan kontraktorproyek pemerintahtepat waktukualitas pekerjaanpengawasan ketatkontraktor lokalSidoarjo

Komentar

Memuat komentar...