KPK Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Vera T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
KPK Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Gambar atau konten salah?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan. Kali ini, operasi berlangsung di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak lima orang diamankan dalam operasi tersebut. Salah satu yang ditangkap adalah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya operasi ini. "Konfirm, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," kata Budi dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Juli 2026.

Budi menjelaskan, tim penindakan KPK mengamankan total lima orang. "Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 5 orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," jelasnya.

Setelah ditangkap, kelima orang tersebut tidak langsung dibawa ke Jakarta. Mereka sempat menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Solo. Pemeriksaan berlangsung dari Kamis, 09 Juli 2026 malam hingga Jumat, 10 Juli 2026 pagi.

"Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta," beber Budi.

Dari Mapolresta Solo, kelima orang tersebut akan segera dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Di sana, mereka akan menjalani pemeriksaan lebih intensif. "Pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih," bebernya.

Kasus yang menjerat sang bupati diduga berkaitan dengan pemerasan terhadap bawahannya. "Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," pungkas Budi.

Etik Suryani terlihat keluar dari Mapolresta Solo sekitar pukul 05.41 WIB. Ia memakai baju serba hitam putih dengan setelan celana jeans dan memakai masker. Sebelum keluar, sejumlah mobil Avanza berwarna hitam terparkir di depan lobi Mapolresta Solo. Beberapa orang juga terlihat keluar masuk gedung.

Etik turun dari lantai 2 menggunakan lift. Sejumlah petugas membawa koper berwarna hijau. Etik tidak menjawab pertanyaan dari awak media. Ia langsung keluar dari lobi dan masuk ke dalam bus yang sudah terparkir di depan. Dari luar bus, Etik terlihat duduk di salah satu kursi penumpang dan segera menutup gorden.

Setelah itu, kader PDI Perjuangan tersebut masuk ke dalam bus dan pergi bersama rombongan. Sementara itu, Kantor Bupati Sukoharjo sejak tengah malam terlihat sepi tanpa aktivitas. Pos jaga di dekat gerbang masuk dibiarkan kosong tanpa ada petugas.

Operasi tangkap tangan ini menjadi pengingat bahwa praktik pemerasan di lingkungan pemerintahan masih terjadi. Dugaan pemerasan oleh kepala daerah terhadap perangkat daerahnya menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang yang serius. KPK terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.

KPKoperasi tangkap tanganBupati SukoharjoEtik Suryanipemerasanpenyalahgunaan wewenangSukoharjoJawa Tengah

Komentar

Memuat komentar...