Burger 1 Euro di Blackpool Terus Murah 20 Tahun Selama
Gambar atau konten salah?
Di sebuah pantai wisata yang ramai, sebuah kios burger sederhana menjadi sorotan karena harganya yang tak pernah naik selama dua dekade. Kios ini terletak di Blackpool, Inggris, dan dikenal dengan nama Higgitt's Las Vegas Arcade Blackpool & £1 Burger Bar.
Sejak dibuka pada 2006, kios ini menjual burger seharga 1 Euro atau sekitar Rp20 ribuan. Tidak ada penyesuaian harga meski biaya bahan baku, energi, dan tenaga kerja terus meningkat di seluruh dunia.
Menu andalan kios terdiri dari roti, patty daging, bawang, dan saus. Meski sederhana, burger ini menjadi magnet bagi wisatawan yang datang ke kota tersebut. Banyak pelanggan rela menunggu lebih dari satu jam demi mencicipi burger murah yang sering disebut sebagai salah satu burger termurah di Inggris.
“Aku sangat bangga bisa mempertahankan harganya dalam kurun waktu yang lama. Sekarang bahkan lebih populer daripada sebelumnya,” mengungkap Chris Higgitt, pemilik kios.
Higgitt dulunya bekerja sebagai teknisi. Bersama istrinya, ia pernah mengelola penginapan dan arena permainan. Namun, usaha tersebut tidak berjalan lancar. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuka kios burger sebagai usaha sampingan.
Ketika menghitung biaya produksi, Higgitt menemukan bahwa ia masih dapat menjual burger seharga 1 Euro. Ia mengidentifikasi tiga faktor utama yang memungkinkan hal tersebut: efisiensi operasional, pembelian bahan baku dalam jumlah besar, dan dukungan media sosial.
Menurutnya, biaya pembuatan satu burger hanya sekitar 50 sen atau Rp10 ribuan, termasuk bahan baku dan listrik. Dengan membeli bahan dalam skala besar, ia dapat menekan biaya produksi secara signifikan.
Peran media sosial juga sangat penting. Video‑video kreator TikTok dan YouTube yang mencoba burger murah ini sering menjadi viral, menarik wisatawan baru langsung ke Blackpool. Promosi organik ini menjadi tambahan pendapatan tanpa biaya iklan formal.
Higgitt terus menyambut dan mengapresiasi bantuan para TikToker dan YouTuber yang mengulas bisnisnya. Semakin ramai pelanggan, semakin mudah bagi Higgitt untuk mempertahankan harga tetap rendah.
Dengan kombinasi harga terjangkau, efisiensi bisnis, dan promosi organik, burger 1 Euro ini tetap menjadi kuliner unik di Inggris hingga kini. Kios ini menunjukkan bahwa strategi sederhana dapat bertahan di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Warung Nasi Lemak di Sungai Bayor: 30 Tahun Harga Tetap 4 Ribu
Belong Coffee di Klungkung Viral Tanpa Influencer, Menjadi Destinasi Keluarga
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial
SU MA Jakarta Selenggarakan ‘Passage’ dengan Chef Baru
Berita Terbaru
XLSmart Luncurkan AI ESTA Eco & Vision di Bravo 500 Summit
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
