Bus Terbalik di Sungai Nganjuk, Kondektur Cerita Momen Histeris

Bambang W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bus Terbalik di Sungai Nganjuk, Kondektur Cerita Momen Histeris

Gambar atau konten salah?

Seorang kondektur bernama Herman menceritakan momen menegangkan saat bus yang ia tumpangi terbalik di sungai. Peristiwa itu terjadi di Jembatan Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu, 04 Juli 2026. Bus Sugeng Rahayu dengan nomor polisi W 7571 UP itu bertabrakan dengan truk Fuso bernopol S 9687 UR.

Menurut Herman, truk tersebut tiba-tiba mengambil jalur berlawanan. Bus melaju dari timur ke barat, sementara truk datang dari barat ke timur. "Truknya ngeblong jalur kanan. Bus tidak bisa menghindar, sehingga masuk sungai," kata Herman saat ditemui di RS Bhayangkara. Pria berusia 50 tahun asal Kertosono, Nganjuk itu menjelaskan, bus yang ia kondekturi melayani trayek Surabaya-Yogyakarta non patas. Saat kecelakaan terjadi, bus sedang dalam perjalanan menuju Yogyakarta.

Saat bus jatuh ke sungai dan terbalik, Herman berada di bagian belakang. Ia sempat berpegangan, tetapi akhirnya terlepas dan ikut tertumpuk ke bagian depan bersama puluhan penumpang lainnya. "Semua penumpang histeris. Terkumpul di bagian depan, yang posisinya berada di bawah," ungkapnya. Herman bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Sebagian besar penumpang hanya mengalami luka ringan. Hanya kernet bus yang mengalami patah tulang.

Herman sendiri selamat dan kini berada di RS Bhayangkara untuk mendampingi sopir bernama Bambang dan kernet bernama Sarni yang sedang menjalani perawatan medis. Ia juga menyebut bahwa semua penumpang sudah membayar tiket, tetapi karcisnya hilang saat bus masuk sungai. "Penumpang tadi ada sekitar 40 berdasarkan karcis yang saya pegang. Tapi karcisnya sudah hilang pas bus masuk sungai tadi," jelasnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, menyatakan bahwa seluruh korban sudah dalam perawatan di RS Bhayangkara dan RSUD setempat. "Di RS Bhayangkara ada 13 orang. Di RSUD 14 orang. Semuanya luka ringan. Hanya satu orang, kernet bus mengalami patah tulang," ungkap Wahby. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Sekitar pukul 14.30 WIB, kemacetan mulai terurai setelah truk Fuso berhasil dievakuasi. Sementara itu, Bus Sugeng Rahayu masih terbalik di dalam sungai.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana kecelakaan lalu lintas bisa terjadi dalam hitungan detik. Satu kendaraan yang mengambil jalur lawan bisa menyebabkan kekacauan bagi banyak orang. Beruntung, meskipun bus terbalik di sungai, tidak ada korban jiwa. Semua penumpang selamat dengan luka ringan, kecuali satu orang kernet yang mengalami patah tulang. Proses evakuasi berjalan cukup cepat, sehingga kemacetan bisa terurai dalam waktu sekitar dua jam.

kecelakaan busbus terbaliksungaiNganjuktabrakan trukkondekturkorban luka ringan

Komentar

Memuat komentar...