Capello: Italia Butuh Reformasi Besar Setelah Kalah Final
Gambar atau konten salah?
Fabio Capello menegaskan perlunya perubahan besar dalam sepakbola Italia. Ia menilai bahwa kegagalan beruntun menembus Piala Dunia menunjukkan adanya kesalahan struktural yang mendasar.
Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia & Herzegovina di final play‑off pada Rabu, 01 April 2026 dini hari WIB. Kekalahan itu menegaskan nasib Gli Azzurri dan menandai ketiga kali berturut‑turut mereka tidak tampil di turnamen dunia.
Sejak menjadi juara pada 2006, timnas Italia mengalami penurunan drastis. Mereka tersingkir di fase grup pada 2010 dan 2014, sementara kemenangan di Piala Eropa 2020 dianggap anomali yang menutupi masalah besar.
Kecepatan pengembangan sepakbola di Italia masih lambat, khususnya pada infrastruktur dan pembinaan pemain muda. Hal ini menjadi salah satu faktor utama kegagalan mereka.
“Ini bukan cuma soal hasil‑hasil, ini struktural. Italia perlu menemukan jati dirinya lagi. Kita mesti menyatukan para ahli, menganalisis apa yang terjadi dan mulai merekonstruksi dari fondasi,” ungkap Capello.
“Akan sangat sulit pulih dari ini, tapi saya percaya ini akan menjadi awal dari pembaruan sesungguhnya.”
Keputusan Capello menyoroti perlunya reformasi struktural dalam sepakbola Italia, menandai titik balik setelah tiga kekalahan berturut‑turut di Piala Dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Ronaldo 41, Portugal Siap Main di Piala Dunia 2026 Menuju Final
John Herdman Uji Garuda di Pertandingan Oman & Mozambik
Berita Terbaru
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
