Cara Mudah Bedakan Anak Kucing Jantan dan Betina

Rizki W. · 5 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Cara Mudah Bedakan Anak Kucing Jantan dan Betina

Gambar atau konten salah?

Momen kelahiran anak kucing memang selalu membawa kegembiraan bagi pemiliknya. Namun, kegembiraan itu seringkali diikuti rasa penasaran yang tak kunjung padam. Bukan hanya soal cara merawat, tapi juga bagaimana membedakan jenis kelamin si kecil yang masih mungil.

Seekor induk kucing bisa melahirkan beberapa anak sekaligus. Jumlahnya bervariasi, biasanya antara 3 hingga 6 ekor. Untuk induk yang baru pertama kali melahirkan, jumlah anaknya seringkali lebih sedikit.

Mengetahui jenis kelamin anak kucing bukan sekadar iseng. Ini penting untuk perencanaan perawatan dan pengelolaan sejak dini. Salah satunya untuk mencegah perkawinan yang tidak diinginkan. Selain itu, jika ingin menghibahkan kucing untuk diadopsi, proses administrasinya akan lebih mudah.

Sayangnya, tidak semua orang paham cara membedakan kelamin anak kucing yang baru lahir. Tidak perlu khawatir, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

Menurut keterangan dari Petco, ada dua perbedaan utama yang perlu diperhatikan saat menentukan jenis kelamin anak kucing. Pertama, jarak antara anus dengan alat kelamin atau dikenal sebagai anogenital distance. Kedua, bentuk alat kelamin.

Untuk memudahkan pengecekan, perhatikan poin-poin berikut:

  1. Jarak Anogenital
    Anak kucing jantan memiliki jarak yang lebih besar antara anus dan alat kelaminnya. Jaraknya kira-kira dua kali lipat dari jarak pada kucing betina. Sementara itu, alat kelamin anak kucing betina, yaitu vulva, tampak sangat berdekatan dengan anus.
  2. Bentuk Lubang Genital
    Lubang genital adalah bukaan alat kelamin yang terletak di bawah anus. Pada kucing jantan, lubangnya berbentuk bulat atau seperti titik. Sedangkan pada anak kucing betina, lubang genital tampak seperti celah vertikal atau oval kecil.
  3. Puting Susu
    Perlu dicatat, baik kucing jantan maupun betina sama-sama memiliki puting susu. Jadi, puting susu tidak bisa dijadikan patokan untuk membedakan jenis kelamin. Ini penting diketahui karena masih ada anggapan bahwa kucing jantan tidak memilikinya. Kucing jantan memang memiliki puting susu, tetapi tidak berfungsi. Perkembangan puting susu pada kucing jantan, seperti mamalia lainnya, terjadi karena proses pertumbuhan embrio.
  4. Waktu Terbaik Cek Jenis Kelamin
    Pengecekan jenis kelamin anak kucing sudah bisa dilakukan pada usia minimal 6 sampai 8 minggu. Perbedaan akan semakin jelas terlihat setelah anak kucing berusia 10 hingga 12 minggu.

Lalu bagaimana jika mengadopsi kucing dewasa? Apa ciri yang bisa dijadikan pembeda antara jantan dan betina? Aspek yang bisa diperhatikan sebenarnya sama dengan anak kucing. Kucing jantan dewasa memiliki jarak yang lebih lebar antara anus dan kelaminnya, sedangkan betina lebih pendek.

Apakah ciri ini tetap terlihat pada kucing yang sudah dikebiri? Ya, kucing yang disterilkan tetap bisa dibedakan dengan cara yang sama. Namun, ada perbedaan dari segi perilaku. Kucing jantan yang belum dikebiri cenderung lebih aktif dan agresif. Mereka akan menyemprotkan urine ke berbagai tempat untuk menandai wilayah. Sementara itu, kucing jantan yang sudah disterilkan bersikap lebih pasif.

Kucing betina yang belum disterilkan akan mengalami birahi kira-kira setiap 2 minggu sekali. Saat gairah seksualnya memuncak, kucing betina tampak gelisah dan sering terlihat mencoba 'menggoda' kucing jantan. Mereka akan 'meminta perhatian' dan mengeong dengan keras.

Pernah melihat kucing belang tiga dengan kombinasi warna oranye, putih, dan hitam? Kucing dengan pola warna seperti itu disebut calico. Menariknya, 99 persen kucing calico adalah betina. Penyebabnya terletak pada faktor genetik. Mamalia betina umumnya memiliki 2 kromosom X (XX), sedangkan jantan memiliki kromosom X dan Y (XY). Gen yang menentukan warna hitam dan oranye berada pada kromosom X. Karena kucing betina punya 2 kromosom X, mereka bisa mewarisi dua gen warna berbeda.

Namun, bukan berarti tidak ada kucing calico jantan. Kemungkinan itu tetap ada, biasanya disebabkan oleh anomali kromosom, yaitu XXY.

Kucing bisa melahirkan beberapa anak sekaligus dalam satu waktu. Jumlahnya bervariasi, tetapi biasanya 3 sampai 6 anak. Apabila induk kucing baru pertama kali melahirkan, maka jumlahnya sering kali lebih sedikit.

Mengetahui jenis kelamin anak kucing adalah perkara penting. Dengan tahu, pemilik bisa merencanakan perawatan dan pengelolaannya sejak dini, termasuk untuk mencegah perkawinan tak diinginkan. Pun, jika ingin menghibahkan kucing untuk diadopsi, proses administrasinya lebih mudah.

Menurut keterangan dari Petco, ada dua perbedaan utama yang perlu diperhatikan saat menentukan jenis kelamin anak kucing. Pertama, jarak antara anus dengan alat kelamin atau dikenal sebagai anogenital distance. Kedua, bentuk alat kelamin.

Anak kucing jantan memiliki jarak anogenital yang lebih besar. Kira-kira, dua kali jarak milik kucing betina. Di sisi lain, alat kelamin anak kucing betina, yakni vulva, tampak sangat berdekatan dengan anus.

Sederhananya, lubang genital adalah bukaan alat kelamin yang terletak di bawah anus. Bila berkelamin jantan, maka lubangnya berbentuk bulat atau seperti titik. Sementara itu, lubang genital anak kucing betina tampak seperti celah vertikal atau oval kecil.

Sebagai catatan, baik kucing jantan maupun betina sama-sama memiliki puting susu. Oleh karena itu, puting susu tidak bisa dijadikan cara membedakan jenis kelamin. Hal ini penting diketahui karena ada yang beranggapan kucing jantan tak memilikinya. Kucing jantan memang memiliki puting susu, tetapi tidak berfungsi. Perkembangan puting susu kucing jantan, sebagaimana mamalia lain, disebabkan proses pertumbuhan embrio.

Berdasarkan penjelasan Petco, pengecekan perbedaan jenis kelamin anak kucing sudah bisa dilakukan pada usia minimal 6 sampai 8 minggu. Perbedaan itu akan semakin jelas setelah anak kucing berusia 10 hingga 12 minggu.

Lalu, bagaimana jika mengadopsi kucing dewasa? Apa ciri yang bisa dijadikan pembeda kelamin jantan dan betina? Aspek yang bisa diperhatikan sama dengan anak kucing. Kucing jantan dewasa memiliki jarak yang lebih lebar antara anus dan kelaminnya, sedangkan betina lebih pendek.

Apakah ciri ini tetap terlihat pada kucing yang sudah dikebiri? Ya, kucing yang disterilkan tetap bisa dibedakan dengan cara sama. Namun, ada yang berbeda dari segi perilaku. Kucing jantan yang masih 'utuh' cenderung bersikap aktif dan agresif. Mereka akan menyemprotkan urine ke berbagai tempat untuk menandai wilayah. Di sisi lain, kucing jantan yang sudah disterilkan bersikap lebih pasif.

Kucing betina yang belum disterilkan akan birahi kira-kira 2 minggu sekali. Pada momen-momen gairah seksualnya memuncak itu, kucing betina tampak gelisah dan kerap terlihat mencoba 'menggoda' kucing jantan. Di antaranya dengan 'meminta perhatian' dan mengeong-ngeong keras.

Fakta menarik lainnya, kucing dengan pola warna calico—kombinasi oranye, putih, dan hitam—99 persen di antaranya adalah betina. Penyebabnya terletak dalam genetik. Mamalia betina umumnya memiliki 2 kromosom X (XX), sedangkan jantan X dan Y (XY). Gen yang menentukan warna hitam dan oranye berada pada kromosom X. Nah, berhubung kucing betina punya 2 kromosom X, mereka bisa mewarisi dua gen warna berbeda. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kucing calico berkelamin jantan. Biasanya, hal ini terjadi karena anomali kromosom, yakni XXY.

Memahami perbedaan jenis kelamin kucing sejak dini membantu pemilik merencanakan perawatan yang tepat. Ini juga memudahkan proses adopsi dan mencegah perkawinan yang tidak direncanakan. Fakta genetik di balik warna bulu calico menunjukkan betapa kompleksnya dunia kucing, di mana hampir semua individu dengan pola tersebut adalah betina karena mekanisme pewarisan kromosom.

jenis kelamin kucinganogenital distancebentuk alat kelaminkucing calicoperbedaan jantan betinausia pengecekanperilaku kucing

Komentar

Memuat komentar...