Rian Mahendra Resmi Kembali ke PO Haryanto, Sang Ayah Bernapas Lega

Dedi S. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Rian Mahendra Resmi Kembali ke PO Haryanto, Sang Ayah Bernapas Lega

Gambar atau konten salah?

Haji Haryanto Akhirnya Bernapas Lega, Sang Putra Mahkota Rian Mahendra Pulang ke PO Haryanto

Sebuah babak baru dalam sejarah Perusahaan Otobus (PO) Haryanto resmi dimulai. Setelah melalui masa perpisahan yang panjang selama empat tahun, Rian Mahendra, putra pertama dari pemilik perusahaan, akhirnya kembali ke pangkuan keluarga. Momen ini bukan sekadar kepulangan biasa. Bagi Haji Haryanto, sang ayah sekaligus pendiri perusahaan, ini adalah puncak dari penantian yang terasa tak berujung.

Kembalinya Rian terjadi setelah ia dipecat dari jabatan Direktur Operasional pada Juli 2022. Keputusan sulit yang diambil sang ayah saat itu kini berubah menjadi kebahagiaan yang meluap-luap. Haji Haryanto dengan terbuka mengakui bahwa ia merasa sangat lega. Kini, ada seorang penerus yang disiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan perusahaan yang telah dirintisnya puluhan tahun lalu.

"Ini sangat istimewa karena anak saya ini (Rian Mahendra) yang saya tunggu-tunggu untuk menjadi penerus. Karena dia itu pintar, pintar, cerdas," ujar Haji Haryanto dengan penuh semangat saat ditemui di garasi bus PO Haryanto di Kudus, pada Kamis, 2 Juni 2026.

Bagi Haji Haryanto, kepulangan Rian bukanlah sekadar masalah kelangsungan bisnis semata. Ini adalah soal harapan seorang ayah yang ingin melihat darah dagingnya kembali membangun dan merawat apa yang telah ia bangun dari nol. Ia menekankan betapa berharganya seorang anak dibandingkan dengan harta benda.

"Saya sudah senang Mas Rian pulang, anak rukun. Anak itu harta tidak ternilai harganya," jelasnya dengan mata berkaca-kaca.

Filosofi seorang ayah pun ia sampaikan dengan lugas. "Terkadang anak itu, kalau orang tua punya, itu yang punya anak, tapi kalau anak punya, orang tua jadi babu. Kebanyakan seperti itu. Kerja seperti ini buat siapa kalau tidak buat anak," ungkapnya, menggambarkan dinamika keluarga yang seringkali rumit.

Pesan Khusus untuk Sang Penerus

Di tengah euforia pertemuan kembali, Haji Haryanto tak lupa memberikan nasihat kepada putranya. Pesan itu sederhana namun dalam: jalani hidup dengan lurus dan jangan neko-neko.

"Saya didik Mas Rian itu, Mas Rian tidak usah neko-neko," pesannya tegas.

Lebih dari sekadar nasihat hidup, Haji Haryanto juga menitipkan harapan besar untuk masa depan PO Haryanto. Ia ingin agar Rian dapat melanjutkan tradisi perusahaan, namun dengan inovasi yang lebih segar. Dua hal utama yang ia sorot adalah peremajaan armada bus dan peningkatan kualitas pelayanan terhadap penumpang.

"Harapan untuk Mas Rian supaya bisa meneruskan PO Haryanto, misalnya PO Haryanto jalankan peremajaan untuk ke depan pelayanan penumpang diutamakan," jelasnya.

Haji Haryanto percaya bahwa putranya sudah memiliki naluri bisnis yang kuat. "Jadi dia sudah pintar, pelayanan sudah tahu. Kita harus berani bersaing. Jangan takut ombak sebelum berlayar," lanjutnya.

Ia pun menekankan bahwa bisnis penuh dengan pasang surut. Sebagai pebisnis, harus siap menghadapi badai. "Ombak ini harus dilewati, usaha pasang surut sudah wajar. Namanya usaha jatuh bangun sudah biasa. Kalau kamu nggak mau ada gelombang, nggak akan maju," tuturnya penuh keyakinan.

Kembali Duduki Kursi Direktur Operasional

Tidak ada masa transisi yang panjang. Rian Mahendra langsung diberi kepercayaan untuk kembali menduduki jabatan yang dulu pernah dipegangnya: Direktur Operasional. Posisi ini sangat krusial karena ia akan mengatur segala hal yang berkaitan dengan kondisi armada di lapangan.

Namun, ada perbedaan penting dari tugasnya sebelumnya. Haji Haryanto dengan tegas membatasi wewenang putranya dalam hal keuangan. "Tugasnya itu mengatur lapangan, tidak pegang keuangan. Kalau Mas Rian pegang keuangan bahaya, hahah, boros," ucap Haryanto, diselingi tawa. Sebuah pengakuan jujur tentang karakter anaknya yang dinilai boros.

Meskipun begitu, Haji Haryanto sangat optimis. Ia menilai Rian memiliki "strategi perang" yang jitu untuk memajukan perusahaan. Keberadaan putra sulungnya dianggap sebagai suntikan energi baru bagi masa depan PO Haryanto.

Armada Baru Sebagai Sambutan

Bukan hanya kata-kata, Haji Haryanto juga menyiapkan bukti nyata. Sejumlah armada baru telah disiapkan untuk menyambut kepulangan Rian. Ini adalah sinyal bahwa perusahaan siap untuk bangkit dan berbenah.

"Dia memang itu, Rian pintar, strategi perang untuk perusahaan itu pintar. Ini sudah saya siapkan armada yang baru-baru. Dengan Mas Rian pulang saya semangat untuk Haryanto bangkit. Bagaimana kalau tidak bangkit karena masih ada tanggungan yang harus kita selesaikan ini," ujarnya, menunjukkan komitmen untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Bagi Haji Haryanto, usia yang semakin menua membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa selamanya memegang kendali. Perjalanan hidupnya yang panjang, mulai dari sopir angkot, pedagang es, hingga menjadi pengusaha otobus, harus diteruskan oleh generasi berikutnya.

"Saya sudah capek. Saya bekerja mulai tahun 1982, dari sopir angkot, jualan es, jualan es waktu sebelum masuk tentara. Ini saya anaknya orang susah. Orang tua susahnya kayak begitu, sekarang yang nikmati anak," kata Haji Haryanto, mengenang masa-masa susahnya.

Dengan tegas ia berpesan, "Sudah saatnya Mas Rian teruskan perjuangan bapakmu. Bapakmu cita-citanya hidup penuh manfaat buat orang banyak dan agama."

Sikap Hati-hati dari Sang Anak

Berbeda dengan euforia sang ayah, Rian Mahendra memilih untuk bersikap tenang dan fokus. Dalam pernyataan singkatnya kepada media, yang dikutip dari kanal YouTube Syahrulmu, ia mengaku belum ingin tampil banyak di hadapan publik. Ia memilih untuk bekerja terlebih dahulu.

"Aku mau fokus kerja dulu, jadi aku nggak mau nongol dulu di media-media. Temen-temen kalau mau nyuting aku dari jauh, silakan. Tapi kalau interaksi malam ini aja," ujar Rian Mahendra.

Ia juga menyadari bahwa banyak pekerjaan rumah yang menanti. "Ada banyak banget hal yang harus dibenahi. Pada sayang sama Pak Haji kan? Pengen makin membaik kan? Kalau mau, kasih saya waktu," katanya, sebuah ajakan sekaligus permintaan kepada semua orang yang peduli pada PO Haryanto untuk memberinya kesempatan.

Kembalinya Rian Mahendra ke PO Haryanto menandai momen transisi kepemimpinan yang dinanti-nantikan. Meskipun dihadapkan pada tantangan untuk bersaing di industri transportasi darat yang semakin ketat, optimisme sang ayah dan tekad sang anak menjadi modal berharga. Kepulangan ini bukan hanya soal Rian, tetapi juga tentang kelanjutan dari sebuah perjuangan panjang seorang ayah yang ingin melihat usahanya bertahan dan bermanfaat bagi banyak orang.

kepulangan Rian MahendraPO Haryantopenerus perusahaanDirektur OperasionalHaji Haryantoperemajaan armadaestafet kepemimpinan

Komentar

Memuat komentar...