15 Anak Puncak Merapi Akhirnya Diterima di SMAN Kemalang
Gambar atau konten salah?
Belasan anak dari desa-desa yang berada di puncak Gunung Merapi akhirnya bisa bernapas lega. Mereka sempat terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA karena terkendala aturan zonasi. Kini, mereka diterima bersekolah di SMAN Kemalang.
Anak-anak lulusan SMP itu berasal dari tiga desa di kawasan paling atas Merapi: Desa Tegalmulyo, Sidorejo, dan Balerante. Dari ketiga desa itu, sekolah negeri terdekat memang hanya SMAN Kemalang. Sekolah ini baru diresmikan tahun ini.
Subur, tokoh masyarakat Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, menjelaskan situasi yang dihadapi warganya. "Ya ini desa-desa terpuncak, desa terakhir di Gunung Merapi. Tidak ada SMAN kecuali SMAN Kemalang yang baru tahun ini diresmikan," ujarnya pada Jumat, 26 Juni 2026.
Masalahnya, desa-desa di puncak Merapi ternyata tidak masuk dalam zonasi SMAN Kemalang. Ironis. "Justru desa paling jauh, desa terakhir dan tertinggi malah tidak masuk zonasi," kata Subur.
Sebelum SMAN Kemalang dibuka, anak-anak dari desa tersebut masih bisa bersekolah di wilayah Yogyakarta. Tapi setelah sekolah baru itu berdiri, zonasi berubah. "Sekarang sudah tidak bisa sebab setelah SMAN Kemalang dibuka, zonasinya juga berubah. Satu-satunya SMA ya hanya SMAN Kemalang itu," papar Subur.
Pilihan lain adalah sekolah swasta di sekitar Kota Klaten. Tapi jaraknya terlalu jauh. "Padahal sekolah swasta harus ke sekitar kota Klaten, jaraknya jauh," kata Subur.
Setelah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah turun tangan, masalah ini mulai menemukan titik terang. Belasan remaja itu akhirnya bisa masuk SMAN Kemalang. Subur mendapat kabar itu setelah warganya diundang pihak sekolah.
"Untuk hasil kemarin yang jelas mereka bisa sekolah. Jadi bisa sekolah di situ tapi mekanismenya seperti apa saya belum tanya lebih jauh," ungkap Subur pada Sabtu, 4 Juli 2026 siang. "Yang jelas mereka diterima di SMAN Kemalang. Informasinya demikian, coba nanti kalau ketemu dengan warga yang kemarin rapat saya tanyakan," imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menjelaskan pihaknya sudah menggelar rapat dengan pihak SMAN Kemalang. Rumah calon murid juga sudah didatangi langsung.
"Hasil koordinasi ternyata ada sebanyak 15 CMB (calon murid baru) yang belum diterima di SMAN 1 Kemalang yang berasal dari desa-desa di Kemalang. Setelah didata ulang, dua orang mendapatkan sekolah," terang Sadimin.
Dia menambahkan, 13 anak lainnya belum mendapatkan sekolah. Tapi mereka tidak putus sekolah. "Maka ke 13 anak dapat melanjutkan di SMAS kemitraan yang telah ditunjuk oleh Disdik dengan tempat belajar di SMAN 1 Kemalang. Karena kondisi geografis dan jarak yang jauh," lanjut Sadimin. "Jadi anak bisa tetap bersekolah," imbuhnya.
Persoalan zonasi memang kerap menjadi kendala bagi siswa di daerah terpencil. Dalam kasus ini, solusi ditempuh dengan menggandeng sekolah swasta mitra, namun kegiatan belajar tetap dilakukan di SMAN Kemalang. Dengan begitu, anak-anak dari desa di puncak Merapi tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk bersekolah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Delapan Pilar Pasar Johar, Saksi Bisu Kebakaran 2015 yang Tak Pernah Dicat
Empat Warga Desa Ketitang Wetan Luka Diserang Gerombolan
15 Anak Lereng Merapi Pasti Bisa Sekolah
Polisi Buru Pelaku Pembuang Bayi di Toilet Kereta Sancaka
Mu'ti Cerita Hidup dari Beasiswa ke Beasiswa
Undip Minta Maaf Larang Wartawan Liput Kuliah Umum Menkeu
Berita Terbaru
Rumah Bukan Sekadar Tempat, Ini Kata Studi
Kanada Akui Keunggulan Maroko, Tersingkir 0-3
Maroko Hajar Kanada 3-0, Lolos ke Perempat Final
Transmart Full Day Sale: Mesin Cuci Sharp Diskon Rp2 Juta
Gaji Magang Kemnaker 2026 Capai Rp5 Juta
Imunisasi Terlewat, Remaja Disabilitas di Samarinda Patah Tulang
Renungan Katolik: Hidup oleh Roh, Bukan Daging
Delapan Pilar Pasar Johar, Saksi Bisu Kebakaran 2015 yang Tak Pernah Dicat
Prancis ke Perempatfinal, Mbappe Pahlawan
OJK Wajibkan BPR Punya Modal Inti Rp6 Miliar