China Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik, Pencahayaan Kota

Dwi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
China Tanaman Bercahaya Tanpa Listrik, Pencahayaan Kota

Gambar atau konten salah?

Para ilmuwan di China berhasil menciptakan tanaman bercahaya yang memancarkan cahaya alami di kegelapan. Proyek ini menggunakan teknik rekayasa genetika, memanfaatkan gen kunang‑kunang dan jamur bercahaya. Gen tersebut disisipkan ke dalam sel tanaman, sehingga tanaman bisa bersinar tanpa listrik.

Cahaya yang dihasilkan tidak terlalu terang, namun cukup terlihat ketika gelap. Hingga kini, lebih dari 20 jenis tanaman telah berhasil dimodifikasi. Di antaranya bunga anggrek, bunga matahari, dan krisan.

Salah satu peneliti utama, Dr Li Renhan, pendiri perusahaan bioteknologi Magicpen Bio, menjelaskan bahwa inspirasi awalnya datang dari masa kecilnya. “Kami ingin mentransfer gen dari hewan, seperti kunang‑kunang, ke tanaman agar bisa bersinar di malam hari,” ujarnya. Ia juga membayangkan masa depan di mana lanskap kota dipenuhi tanaman bercahaya. “Bayangkan sebuah lembah penuh tanaman bercahaya di malam hari, seperti dunia ‘Avatar’ di Bumi,” tambahnya.

Keunggulan teknologi ini terletak pada kemandirian energi. Tanaman tersebut tidak memerlukan listrik sama sekali untuk menghasilkan cahaya. “Mereka hanya butuh air dan pupuk,” jelas Dr Li. Dengan demikian, penggunaan energi dapat dihemat, emisi berkurang, dan alternatif pencahayaan bagi taman kota atau ruang publik menjadi lebih ramah lingkungan.

Para peneliti sudah memamerkan tanaman bercahaya ini di forum teknologi di China, menunjukkan bahwa tanaman dapat menyala secara alami tanpa sumber energi tambahan. Selain untuk pencahayaan, teknik ini juga berpotensi di bidang medis dan pertanian. Karena rekayasa genetik yang digunakan dapat membantu memahami proses biologis pada tingkat sel, penelitian lebih lanjut dapat membuka pemahaman baru tentang kehidupan.

Walaupun masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini membuka kemungkinan baru dalam memanfaatkan alam sebagai sumber energi. Jika terus berkembang, tidak menutup kemungkinan lampu jalan di masa depan dapat digantikan oleh tanaman bercahaya, mengubah kota menjadi lebih hijau dan futuristik.

Peristiwa ini diumumkan pada 06 April 2026 melalui kutipan di EuroNews. Penelitian ini menandai langkah awal menuju pencahayaan yang lebih bersih dan berkelanjutan, menunjukkan bahwa teknologi biologi dapat menjadi solusi praktis untuk tantangan energi modern.

tanaman bercahayarekayasa genetikagen kunang‑kunangbioteknologipencahayaan kotaenergi terbarukankemandirian energi

Komentar

Memuat komentar...