Danantara-Mesir Rencanakan Dana Investasi Bersama

Tika M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Danantara-Mesir Rencanakan Dana Investasi Bersama

Gambar atau konten salah?

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan rencana pembentukan dana investasi bersama dengan pihak Mesir. Kerja sama ini akan melibatkan future wealth fund milik Mesir.

Pengumuman ini muncul setelah kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi ke Indonesia. Ia diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

"Iya, kalau investasi, dari kita akan kerja sama Danantara soal wealth fund dengan utamanya Future Wealth Fund-nya mereka," ujar Rosan usai mendampingi Prabowo menerima kunjungan El-Sisi, Minggu, 11 Oktober 2026.

Rosan enggan menyebutkan secara rinci dana kekayaan mana yang akan diajak kerja sama. Mesir sendiri baru saja meluncurkan dana kekayaan baru bernama Ahramat Al-Nil Fund pada Juli 2026. Sebelumnya, Mesir juga memiliki The Sovereign Fund of Egypt (TSFE), sebuah dana kekayaan negara yang didirikan pada 2018 untuk bermitra dengan sektor swasta dan mengembangkan aset milik negara.

Selain kerja sama dana investasi, Rosan mengungkapkan bahwa Mesir juga tertarik pada hilirisasi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Pemerintah Mesir, kata Rosan, sudah menyiapkan lahan untuk membangun fasilitas penyulingan alias refinery. Mereka mengajak Danantara untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

"Dan juga kerja sama juga untuk apa, di bidang palm oil, CPO, untuk kita melihat dan sudah disediakan lahannya di sana untuk membangun refinery juga, palm oil, karena mereka kan juga mengimpor palm oil banyak sekali dari Indonesia," sebut Rosan.

Selama ini, Mesir dikenal sebagai salah satu importir besar minyak kelapa sawit dari Indonesia. Ketertarikan mereka pada hilirisasi CPO menunjukkan potensi kerja sama yang lebih dalam di sektor ini.

Dari fakta yang ada, Mesir memiliki beberapa instrumen dana kekayaan yang bisa menjadi mitra Danantara. Ahramat Al-Nil Fund yang baru diluncurkan dan TSFE yang lebih mapan sama-sama menjadi kandidat potensial. Sektor kelapa sawit juga menjadi area strategis, mengingat posisi Mesir sebagai importir utama dan Indonesia sebagai produsen terbesar.

DanantaraMesirdana investasiwealth fundhilirisasiCPOrefinery

Komentar

Memuat komentar...