Danantara Tunggu Audit BPK Sebelum Rilis Laporan Keuangan

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Danantara Tunggu Audit BPK Sebelum Rilis Laporan Keuangan

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 15 Juni 2026Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, menjelaskan alasan mengapa badan pengelola investasi yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 01 Februari 2025 belum mengumumkan laporan keuangan.

Rosan menegaskan bahwa laporan keuangan Danantara tidak sama dengan perusahaan biasa. "Kan kita konsolidasikan, itu seribu perusahaan lebih, itu yang pertama ya. Nah, sesuai undang-undang PT, bahwa laporan keuangan itu, kalau itu bukan perusahaan Tbk. adalah sampai akhir Juni," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Menurutnya, sebagian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersifat terbuka atau terdaftar di bursa saham (Tbk.) sudah menyampaikan laporan keuangannya terakhir pada 31 Maret 2026, sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, BUMN yang bersifat tertutup harus melaporkan keuangan paling lambat akhir bulan ini. "Kalau perusahaan Tbk., ya memang akhir Maret sudah harus melakukan laporan keuangan. Jadi, kita dikonsolidasi seribu perusahaan dan secara peraturan memang akhir Juni kan harus baru memberikan laporan keuangan," tambahnya.

Artinya, Danantara masih harus menghimpun semua laporan keuangan, terutama dari BUMN tertutup, sebelum dapat menyusun satu laporan utuh. Proses konsolidasi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat jumlah entitas yang terlibat.

Rosan menegaskan bahwa seluruh data keuangan yang diperlukan telah diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang akan melakukan audit terhadap Danantara. "Kemudian ini kita juga sudah serahkan datanya juga semua itu ke BPK karena BPK adalah yang akan melakukan audit di kami," ujarnya.

Meskipun audit masih dalam proses, Rosan menegaskan bahwa Danantara telah menjalankan transparansi informasi kepada para investor atau calon investor melalui berbagai pertemuan dan roadshow. "Nah tapi ini kan kalau pada saat kita melakukan roadshow, data-data kita kasih tahu mereka. Mereka juga nggak mungkin investasi tanpa melihat keuangan kita. Tapi mereka juga memahami sekali bahwa ini (audit) untuk Danantara dilakukan oleh BPK," jelasnya.

Rosan menekankan pentingnya transparansi: "Selama ini saya tekankan transparansi kok. Jadi kita tampilkan data-data kita, dan mereka (investor) juga bisa melihat, mereka juga bisa menghitung, mereka bisa menganalisa mengenai laporan keuangan yang kita keluarkan, kita laporkan, walaupun itu belum diaudit oleh BPK," tambahnya.

Dengan demikian, Danantara masih menunggu proses audit BPK selesai sebelum dapat merilis laporan keuangan konsolidasi. Sementara itu, perusahaan terus berbagi data keuangan yang sudah tersedia kepada investor, sehingga mereka dapat melakukan analisis meski belum diaudit secara resmi.

Kesimpulannya, keterlambatan publikasi laporan keuangan Danantara disebabkan oleh kebutuhan untuk mengumpulkan dan mengaudit laporan keuangan dari banyak BUMN, terutama yang tidak terdaftar di bursa. CEO Rosan menegaskan bahwa transparansi tetap dijaga melalui penyampaian data kepada investor, meski audit masih berlangsung.

BPI DanantaraRosan RoeslaniBUMNkonsolidasi laporan keuanganaudit BPKtransparansiroadshow

Komentar

Memuat komentar...