Danantara: Utang BUMN Karya Ratusan Triliun, Restrukturisasi Bertahap

Wati N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Danantara: Utang BUMN Karya Ratusan Triliun, Restrukturisasi Bertahap

Gambar atau konten salah?

Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memberikan penjelasan terbaru mengenai proses restrukturisasi BUMN Karya. Menurutnya, Danantara saat ini sedang berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang sudah lama membelit perusahaan-perusahaan konstruksi milik negara tersebut.

Proses restrukturisasi ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dony mengungkapkan ada banyak masalah yang harus diatasi. Masalah paling utama adalah besarnya liabilitas atau utang yang dimiliki BUMN Karya.

Yang membuat situasi semakin rumit, masalah tidak hanya terjadi di perusahaan induk atau holding. Masalah juga menjalar ke anak perusahaan dan bahkan cucu perusahaan. Dony menjelaskan hal ini saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

"Pertama bahwa liabilitasnya besar-besar. Utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding. Tetapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah," ujarnya.

Dony menambahkan, setiap BUMN Karya memiliki lebih dari 20 anak perusahaan. Masing-masing anak perusahaan itu juga punya anak lagi. "Bisa bayangkan masing-masing punya anak perusahaan lebih dari 20. Jadi dengan begini sebetulnya bisa membayangkan seperti apa kita bekerja menyelesaikan satu per satu. Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan. Ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu, satu per satu. Inilah yang memakan waktu," sambungnya.

Sebenarnya, Danantara bisa mengambil langkah cepat. Misalnya dengan menggabungkan perusahaan atau mempailitkan perusahaan yang bermasalah. Tapi Dony mengatakan pihaknya memikirkan dampak dari setiap keputusan.

"Tapi kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali. Inilah yang memakan waktu yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu. Karena dampaknya itu kan ratusan triliun utangnya mereka. Ini yang total di antara perusahaan-perusahaan karya itu. Inilah yang pelan-pelan mesti dibereskan," terangnya.

Ketika ditanya kapan proses restrukturisasi akan selesai, Dony belum bisa memberikan kepastian. Namun ia menargetkan seluruh proses rampung pada akhir tahun ini.

"Ini saya nggak bisa pastikan karena berproses terus. Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai. Tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit," ujar Dony.

Total utang BUMN Karya mencapai ratusan triliun rupiah. Jumlah ini menjadi beban yang harus diselesaikan secara bertahap. Proses restrukturisasi memang memakan waktu karena kompleksitas masalah yang ada, mulai dari holding hingga ke level cucu perusahaan.

restrukturisasi BUMN Karyautang besaranak perusahaanDanantaraDony Oskariapenyelesaian masalahtarget akhir tahun

Komentar

Memuat komentar...