Data Pertumbuhan Q1 2026 5,61% Bukan Resesi, Purbaya Tegaskan
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 menunjukkan kenaikan sebesar 5,61% dibandingkan kuartal pertama 2025, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menolak prediksi buruk yang menyebut Indonesia akan masuk ke resesi.
Di konferensi pers APBN KiTa di kantor kementerian, Purbaya mengkritik pandangan pesimistis beberapa ekonom. "Pasti banyak ekonom yang bilang kita mau rusak, pada kecele, salah prediksi. Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis," ujar Purbaya pada Selasa, 05 Mei 2026.
Ia juga menyoroti narasi di media sosial, khususnya TikTok, yang mengaitkan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis moneter 1997‑1998. Menurutnya, perbandingan tersebut tidak berdasar karena tidak menggunakan data ekonomi yang valid.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia memastikan bahwa setiap kelemahan yang muncul segera dicari solusinya melalui diskusi intensif dengan jajarannya. “(Kondisi ekonomi) 97-98 akan terjadi kan katanya? (Tahun) 98, jatuh pemerintahan setelah ekonomi resesi selama 1 tahun penuh. Kita sekarang boro-boro resesi, masih ekspansi, masih akselerasi. Jadi, jangan asal bikin cerita, lihat data yg betul. Datanya seperti itu karena saya mengamati ekonomi dari waktu ke waktu,” jelas Purbaya.
Ia menambahkan, "Jadi, kondisi kita stabil, aman. Ada tantangan, iya, tapi kita monitor terus perbaiki dari waktu ke waktu," tambah ia.
Menjelaskan optimisme terhadap tren pertumbuhan, Purbaya berkata, "Pemerintah nggak takut, nggak ragu untuk investasi menjaga laju pertumbuhan ekonomi kita. Kita sepertinya akan terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Jadi nggak usah khawatir," terangnya.
Dengan data yang menunjukkan ekspansi, pemerintah menegaskan kesiapan untuk berinvestasi guna menjaga momentum positif. Meskipun tantangan tetap ada, pemerintah berkomitmen memantau dan menyesuaikan kebijakan secara terus‑terus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
