Nindya Karya Garap Dua dari Lima Bendungan Nasional

Rini S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Nindya Karya Garap Dua dari Lima Bendungan Nasional

Gambar atau konten salah?

PT Nindya Karya (Persero) ikut ambil bagian dalam proyek bendungan nasional. Dua bendungan yang mereka kerjakan baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 10 Juli 2026. Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian lima bendungan yang diresmikan sekaligus.

Lima bendungan itu adalah Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Sidan di Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Aceh; dan Bendungan Rukoh di Pidie, Aceh. Acara peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting. Dari lima bendungan tersebut, dua di antaranya dikerjakan oleh Nindya Karya: Bendungan Meninting di NTB dan Bendungan Rukoh di Aceh.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pembangunan lima bendungan ini sebagai investasi strategis negara. "Lima bendungan yang diresmikan hari ini adalah investasi negara yang dapat meningkatkan ekonomi Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, dan energi," kata Prabowo dalam siaran pers pada Jumat, 10 Juli 2026.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan fungsi bendungan lebih dari sekadar menampung air. "Bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperkuat layanan irigasi sebagai penopang swasembada pangan, bendungan juga menyediakan air baku, mendukung pengembangan energi baru terbarukan, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah," ujar Dody.

Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah, menyatakan perusahaan siap mendukung program prioritas nasional. "Nindya Karya berkomitmen untuk terus mendukung dan mensukseskan program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di tanah air," kata Firmansyah.

Bendungan Meninting punya kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik. Bendungan ini dirancang untuk mengairi lahan irigasi seluas 1.559 hektare, menyuplai air baku 0,15 meter kubik per detik, dan mengurangi risiko banjir di area seluas 59 hektare. Selain itu, bendungan ini berpotensi menghasilkan energi dari PLTA 0,80 MW dan PLTS terapung 9,23 MW. Bendungan Rukoh di Aceh juga punya kapasitas tampung besar untuk memperkuat irigasi pertanian di daerah tersebut.

Dari kelima bendungan yang diresmikan, dua di antaranya adalah proyek Nindya Karya. Perusahaan pelat merah ini memperkuat perannya dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang pengairan dan ketahanan pangan. Bendungan-bendungan ini bukan hanya soal air, tapi juga irigasi, energi, dan pengendalian banjir.

BendunganNindya KaryaPeresmianKetahanan panganIrigasiEnergiPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...