Deretan Masjid Paling Menakjubkan di Seluruh Dunia
Gambar atau konten salah?
Masjid bukan hanya tempat ibadah. Ia juga menjadi lambang seni, sejarah, dan peradaban Islam yang telah berlangsung lama. Di berbagai belahan dunia, berdiri bangunan-bangunan dengan rancangan luar biasa. Mulai dari kubah besar, menara tinggi, hingga ukiran indah.
Keindahan masjid terlihat dari bangunannya, nilai sejarahnya, dan makna rohaninya. Beberapa masjid sudah berdiri ratusan tahun, menyaksikan perjalanan bangsa. Ada pula yang dibangun dengan teknologi baru dan gaya modern.
Berikut adalah beberapa masjid paling memukau di dunia, yang menyimpan kisah unik di setiap sudutnya:
Masjid-Masjid Ikonik Dunia
-
Masjid Jama, India
Pembangunan masjid ini diperintahkan oleh Kaisar Shah Jahan sekitar tahun 1650–1656. Masjid Jama adalah contoh bagus arsitektur Mughal yang memadukan marmer putih dan batu pasir merah. Terletak di kawasan Old Delhi, masjid ini sangat luas, mampu menampung sekitar 25.000 orang. Ciri khasnya adalah empat menara pengawas, dua menara utama, dan gerbang besar dengan tulisan Persia yang indah.
-
Masjid Kristal, Malaysia
Berbeda dari masjid biasa, Masjid Kristal tampil modern dengan bahan dasar baja dan kaca yang berkilauan. Lokasinya di Taman Tamadun Islam, Terengganu. Desainnya memasukkan unsur budaya Tiongkok. Saat malam, kubah kacanya memancarkan cahaya keemasan, membuatnya tampak seperti terbuat dari emas.
-
Masjid Wazir Khan, Pakistan
Masjid Wazir Khan adalah salah satu bangunan penting di kota tua Lahore, Pakistan. Dibangun semasa pemerintahan Shah Jahan. Kemegahannya terlihat dari lukisan dinding yang penuh warna dan detail ubin yang hampir menutupi seluruh permukaan. Terdapat empat menara di halaman dan pintu masuk ruang salat. Bagian yang paling menarik adalah kaligrafi indah berisi ayat-ayat Islam, dipadukan dengan motif bunga dan pola geometris.
-
Masjid Lala Mustafa Pasha, Siprus
Bangunan ini dulunya adalah Katedral Latin Santo Nicholas. Masjid Lala Mustafa Pasha menyimpan jejak arsitektur Gotik khas Frankish yang kuat di Timur Tengah. Diperkirakan dirancang oleh arsitek Prancis, Jean Langlois, antara akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Setelah wilayah ini dikuasai Ottoman pada tahun 1571, bangunan ini diubah menjadi masjid.
-
Masjid Sultan Ahmed, Turki
Masjid Sultan Ahmed lebih dikenal sebagai Masjid Biru karena ribuan ubin Iznik berwarna biru menghiasi interiornya. Dibangun atas perintah Sultan Ahmed I mulai tahun 1609. Masjid ini adalah karya akhir arsitektur Ottoman klasik. Sultan Ahmed I hanya sempat melihat keindahan masjid ini sebentar; ia meninggal pada 1617, tahun yang sama saat pembangunan selesai.
-
Masjid Hassan II, Maroko
Arsitektur Masjid Hassan II sangat menarik. Ada ukiran batu buatan tangan, mozaik warna-warni yang rumit, dan langit-langit berlapis emas. Menaranya sangat tinggi, mencapai 213 meter, menjadikannya salah satu menara masjid tertinggi dunia. Kompleks ini juga dilengkapi madrasah, pemandian umum (hammam), museum, dan perpustakaan.
-
Masjid Nasir al-Mulk, Iran
Masjid Nasir al-Mulk di Shiraz, Iran, dijuluki "Masjid Merah Muda". Julukan ini datang dari ubin berwarna merah muda di langit-langit dan lengkungan berukir. Pagi hari, cahaya matahari masuk melalui jendela kaca patri, menciptakan pantulan warna indah di atas karpet Persia.
-
Masjid Agung Sheikh Zayed, Uni Emirat Arab
Masjid Agung Sheikh Zayed adalah lambang budaya dan spiritual di Abu Dhabi. Masjid ini memiliki 82 kubah marmer putih, ditopang oleh lebih dari 1.000 kolom. Interiornya dihiasi tujuh lampu gantung kristal Swarovski berlapis emas 24 karat dan karpet terbesar di dunia. Pola bunga mutiara pada dinding dan lantai menambah kemegahannya.
-
Masjid Shah, Iran
Masjid Shah berdiri di pusat Lapangan Naqsh-e Jahan, Iran. Dibangun awal abad ke-17 pada masa Dinasti Safawi. Keindahan utamanya adalah mosaik ubin gaya haft rangi atau "tujuh warna". Teknik ini menggunakan perpaduan warna yang dilukis pada ubin, menghasilkan ornamen geometris dan kaligrafi yang memukau.
-
Masjid Agung Xi'an, China
Masjid Agung Xi'an adalah perpaduan unik antara arsitektur tradisional China dan Islam. Terletak di Kota Tua Xi'an, kompleks ini memiliki lebih dari 20 bangunan di lima halaman. Ini adalah masjid terbesar di Tiongkok. Desainnya mirip kuil Tiongkok klasik, lengkap dengan atap melengkung dan ukiran kayu Dinasti Ming serta Qing. Namun, dekorasinya tetap memuat kaligrafi Arab dan sentuhan Persia.
-
Masjidil Haram, Arab Saudi
Masjidil Haram di Makkah adalah masjid paling suci umat Islam. Di tengahnya berdiri Ka'bah, penunjuk arah salat bagi seluruh Muslim dunia. Tempat ini adalah pusat ibadah haji dan umrah. Jutaan jamaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah setiap tahun. Masjid ini terus diperluas menggunakan teknologi modern untuk menampung jutaan orang sekaligus.
-
Masjid Al-Aqsa, Palestina
Masjid Al-Aqsa berada di Kota Tua Yerusalem, dalam kompleks Al-Haram al-Sharif bersama Kubah Batu. Masjid ini penting karena pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka'bah. Masjid ini juga lokasi peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Arsitekturnya menggabungkan gaya Islam klasik dengan pengaruh Bizantium.
-
Masjid Istiqlal, Indonesia
Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara, terletak di Jakarta. Namanya berarti kemerdekaan, simbol syukur bangsa Indonesia. Dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban dan diresmikan tahun 1978 oleh Presiden Soeharto. Kubah besarnya berdiameter 45 meter, melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, 1945. Masjid ini mampu menampung lebih dari 100.000 jamaah dan berdiri dekat Gereja Katedral Jakarta, menunjukkan toleransi beragama.
-
Masjid Biru Mazar-i-Sharif, Afghanistan
Dikenal sebagai Blue Mosque, masjid ini adalah tengaran terkenal di Mazar-i-Sharif. Kubah dan menaranya berwarna biru dengan hiasan kaligrafi dan ubin indah khas Asia Tengah. Beberapa Muslim meyakini masjid ini adalah lokasi makam Ali bin Abi Thalib. Meskipun ada perbedaan keyakinan, masjid ini tetap menjadi pusat penting masyarakat, terutama saat perayaan Nowruz.
-
Jami Ul-Alfar Mosque (Red Mosque), Sri Lanka
Masjid Jami Ul-Alfar di Kolombo, Sri Lanka, sangat mudah dikenali karena fasadnya bergaris-garis merah dan putih, menyerupai permen. Dibangun tahun 1908, arsitekturnya menggabungkan gaya Indo-Saracenic dengan unsur lokal dan kolonial. Desainnya yang mencolok juga dulunya berfungsi sebagai penanda bagi pelaut yang mendekati pelabuhan Kolombo.
Masjid-masjid ini menunjukkan bagaimana fungsi ibadah dapat berpadu dengan kemegahan visual serta kekayaan warisan budaya dari berbagai era dan wilayah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rabat Jadi Ibu Kota Buku UNESCO 2026, Siap Menarik Wisatawan
Kota Mesir Kuno Tenggelam Ditemukan di Dasar Laut
Jerman Punya Waterpark Indoor Bekas Hanggar Pesawat
Wisata Inggris Meningkat Berkat Lokasi Syuting Bridgerton
Tujuh Tempat Paling Tak Biasa di Dunia, Ada Pamukkale
Antavaya Tawarkan Tur China 8 Hari Mulai Rp 12 Jutaan
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
